Share

Borong 42 Jet Rafale dan Kapal Selam Scorpene, Keputusan Prabowo Dinilai Tepat

Riezky Maulana, iNews · Minggu 13 Februari 2022 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 13 337 2546535 borong-42-jet-rafale-dan-kapal-selam-scorpene-keputusan-prabowo-dinilai-tepat-3ODDJIFEBL.jpg Jet tempur Rafale. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Keputusan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait penguatan alutsista Indonesia dengan memborong 42 jet tempur Dassault Rafale dan 2 kapal selam Scorpene dari Prancis adalah langkah yang tepat, demikian disampaikan Pengamat Militer Insitute for Security and Strategic Studies Khairul Fahmi.

Menurut Fahmi Indonesia menghadapi tantangan baik di wilayah utara dan selatan secara sekaligus sehingga pembelian tersebut dinilai tepat. Terlebih lagi, Indonesia juga memiliki keterbatasan dalam hal anggaran.

BACA JUGA:Tak Hanya Borong 42 Jet Tempur Rafale, Kemenhan Juga Segera Beli 2 Kapal Selam Scorpene 

"Pembelian Rafale dan Scorpene ini saya kira tepat. Bukan saja karena kita menghadapi tantangan di utara dan selatan sekaligus namun lebih pada pertimbangan bahwa dengan keterbatasan anggaran," ungkap Fahmi dalam keterangannya, dikutip Minggu (13/2/2022).

Atas tantangan tersebut lah Fahmi menyebut bahwa Indonesia memang memerlukan alutsista dengan spesifikasi tinggi dan dapat digunakan untuk berbagai misi (multi-mission). Tentunya hal itu dalam rangka melengkapi dan memperkuat pertahanan dan efektivitasnya.

Dia mengungkapkan, mngingat banyaknya tantangan dalam menegakkan kedaulatan dan menjaga keamanan perairan, juga penting bagi Indonesia memprioritaskan tambahan alutsista laut yang memiliki efek deteren paling tinggi yakni kapal selam.

"Dalam hal ini Scorpene sangat layak kita miliki," ungkapnya.

Selain itu, kata Fahmi, Indonesia memiliki target industri pertahanan yang kuat dan kemandirian alutsista di masa depan. Oleh karenanya, tentu saja menjadi penting untuk tidak bergantung pada negara tertentu dalam hal pemenuhan kebutuhan alutsista.

"Kita sudah punya kerja sama dengan Amerika, Rusia, Inggris bahkan Korea untuk alutsista udara. Melengkapinya dengan kehadiran teknologi Prancis tentu akan memperkaya pengalaman dan kemampuan kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini