Share

Pembelian 42 Jet Tempur Canggih Rafale Bentuk Nyata Pemerintah Lindungi Rakyatnya

Tim Okezone, Okezone · Minggu 13 Februari 2022 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 13 337 2546433 pembelian-42-jet-tempur-canggih-rafale-bentuk-nyata-pemerintah-lindungi-rakyatnya-5D25lAtLny.jpg Susaningtyas Nefo Handayani/ tangkapan layar

JAKARTA – Pembelian pesawat tempur multi-peran asal Prancis, Dassault Rafale merupakan bentuk nyata Kementerian Pertahanan (Kemhan) membangun kekuatan TNI.  Diketahui, Indonesia resmi 6 jet canggih tersebut dari keseluruhan 42 jet yang akan diakuisisi.

(Baca juga: 42 Pesawat Tempur Rafale Jaga Langit Nusantara, Militer Indonesia Semakin Tak Tertandingi di ASEAN)

Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati mengatakan, pembelian alutsista itu sesuai amanah UUD NRI 1945 yang menyatakan melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Pembelian Alutsista merupakan bentuk nyata Kemhan RI melaksanakan fungsi untuk pembangunan kekuatan TNI. Fungsi ini merupakan amanah UUD NRI 1945 yang menyatakan tujuan nasional pertama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta tujuan nasional keempat ikut melaksanakan ketertiban dunia," kata Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati dalam keterangan pers, Minggu (13/2/2022).

(Baca juga: Resmi Miliki 6 Pesawat Tempur Canggih Rafale, Indonesia Semakin Digdaya)

Dikatakan dia, pembelian jet tempur dari negara anggota Dewan Keamanan PBB memiliki dampak penangkalan yang tinggi. Selain itu, tidak semua negara bisa membeli alutsista meski anggarannya memadai.

"Pembelian alutsista, termasuk pesawat tempur, dari negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB dinilai memiliki dampak penangkalan yang tinggi. Tidak semua negara bisa membeli meskipun anggarannya memadai," ucap dia.

"Kedua negara baik Perancis maupun Amerika Serikat pasti memiliki kalkulasi yang akurat dalam memproyeksikan kebijakan luar negeri masing-masing," imbuh dia.

Perempuan yang disapa Nuning ini juga menjelaskan, pembelian jet tempur sangat dipengaruhi situasi dan kondisi yang dihadapi saat ini. Pembelian alutsista tidak bisa disamakan dengan pembelian barang-barang umum.

"Butuh proses dan waktu yang lama. Ditambah tingkat kepercayaan yang tinggi dari negara penjual kepada negara pembeli. Kemhan RI sangat gesit melihat peluang yang ada," katanya.

Dia menambahkan, pembelian kapal selam, merupakan peremajaan dan modernisasi alutsista. Doktrin operasi gabungan kekuatan laut dan udara saat ini merupakan strategi utama dalam perang modern di masa mendatang.

"Selain peremajaan alutsista, maka penggunaan teknologi unm anned system diyakini bisa lebih handal dengan biaya pengadaan yang bisa saja lebih murah," katanya.

Dia menambahkan, penggunaan unmanned system sangat penting bagi Kemhan RI.

"Apalagi dalam menghadapi ancaman Cyber, maka Unmanned System merupakan salah satu alternatif yang banyak dipilih negara-negara super power," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini