Share

Pembangunan Waduk Bener di Wadas Berlanjut, KSP: Pendekatan ke Masyarakat Harus Santun

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 11 Februari 2022 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 337 2545973 pembangunan-waduk-bener-di-wadas-berlanjut-ksp-pendekatan-ke-masyarakat-harus-santun-HEGDdFppL0.jpg Deputi V KSP Jaleswari dan Mahfud MD (Foto: istimewa)

JAKARTA - Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani, menekankan bahwa keberlanjutan pembangunan Waduk Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, akan mengutamakan pendekatan yang berbasis pada musyawarah dan kesopansantunan.

“Seperti yang kerap diarahkan oleh Presiden Joko Widodo di berbagai kesempatan, proses pendekatan terhadap masyarakat harus santun, persuasif, dan mengedepankan pendekatan budaya. Pendekatan demikian lah yang ke depan akan diperkuat dalam proses pembangunan Waduk Bener,” kata Jaleswari.

Hal ini Ia sampaikan dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) dan Kantor Staf Presiden (KSP), Jumat (11/2) untuk membahas penanganan insiden yang sempat terjadi di Desa Wadas.

Jaleswari juga menambahkan, dengan model pendekatan yang mengutamakan local wisdom, tetua masyarakat dan tokoh ormas keagamaan akan turut dilibatkan dalam proses musyawarah terkait pembangunan Waduk Bener.

Baca juga: Atasi Konflik di Desa Wadas, Komnas HAM Bakal Jadi Fasilitator

Untuk menjamin proses pembangunan Waduk yang transparan dan berkeadilan, Pemerintah pun akan memberi akses kepada Komnas HAM untuk menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah jika ditemukan pelanggaran HAM.

Baca juga: Komisi III DPR ke Desa Wadas, Harap Pro-Kontra Bendungan Bener Bisa Selesai dengan Baik

Pembangunan Waduk Bener terhambat karena adanya penolakan dari Warga Desa Wadas terhadap pembukaan lahan tambang andesit di desanya sejak 2017. Batuan andesit di desa tersebut akan dikeruk untuk bahan baku proyek pembangunan Waduk Bener yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) Pemerintah.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Walaupun begitu, Pemerintah mengatakan bahwa pengukuran dan pembangunan Bendungan Bener akan tetap berjalan. Waduk ini merupakan salah satu proyek penting yang nantinya diharapkan dapat mengairi 15.519 hektare sawah. Hal ini sejalan sejalan dengan program pemerintah untuk membangun banyak waduk guna mendukung proyek ketahanan pangan nasional.
Waduk ini juga diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6 MW.
“Kelanjutan proyek Waduk Bener di Wadas akan dilakukan melalui dialog-dialog dan musyawarah dengan semua kelompok yang pro maupun yang kontra dengan melibatkan atau meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menjadi fasilitator,” imbuh Menkopolhukam, Mahfud MD.

Walaupun begitu, Pemerintah mengatakan bahwa pengukuran dan pembangunan Bendungan Bener akan tetap berjalan. Waduk ini merupakan salah satu proyek penting yang nantinya diharapkan dapat mengairi 15.519 hektare sawah. Hal ini sejalan sejalan dengan program pemerintah untuk membangun banyak waduk guna mendukung proyek ketahanan pangan nasional.

Waduk ini juga diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6 MW.

“Kelanjutan proyek Waduk Bener di Wadas akan dilakukan melalui dialog-dialog dan musyawarah dengan semua kelompok yang pro maupun yang kontra dengan melibatkan atau meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menjadi fasilitator,” imbuh Menkopolhukam, Mahfud MD.

Baca juga: Bagikan Ratusan Sembako untuk Warga Wadas, Polisi Tegaskan Tak Ada Intimidasi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini