Share

Plasma Konvalesen hingga Ivermectin Dilarang untuk Covid-19, Ini Penggantinya

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 11 Februari 2022 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 337 2545727 plasma-konvalesen-hingga-ivermectin-dilarang-untuk-covid-19-ini-penggantinya-tY6BJ1TOyC.jpg Foto: interaksyon

JAKARTA -Sejumlah obat untuk Covid-19 seperti Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir, Azithromycin hingga Plasma Konvalesen telah dicabut dan dilarang penggunaaanya. Selain itu, obat seperti Oseltamivir pun sudah tidak masuk dalam paket obat Covid-19 di telemedicine.

(Baca juga: Breaking News! Plasma Konvalesen hingga Ivermectin Dilarang untuk Pengobatan Covid-19)

“Betul (sudah dicabut), jadi kalau di telemedicine kan ada vitamin ya, kalau OTG kita selalu memberikan vitamin, tetapi dengan gejala ringan Oseltamivir sudah tidak ada lagi dan diganti dengan Favipiravir,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Jumat (11/2/2022).

Dia menjelaskan pada prinsipnya sebenarnya namanya obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan Covid-19 pasti sudah ditentukan manfaatnya dan juga sudah dipastikan efek sampingnya itu terhadap manusia tentunya tidak berbahaya.

“Jadi sama seperti vaksin, dia melalui uji klinis juga melalui beberapa kajian,” kata Nadia.

(Baca juga: Pecah Rekor! Kasus Harian Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 3.000 Sehari)

Nadia mengatakan sama seperti obat-obat yang awalnya digunakan dan diperkirakan akan membantu pengobatan Covid-19, kemudian dengan semakin banyaknya ilmu pengetahuan, juga semakin banyaknya pengalaman, maka kemudian dilihat bahwa obat-obat ini tidak memberikan secara signifikan terhadap kesembuhan ataupun pengobatan Covid-19. Sehingga, obat-obatan tersebut dicabut.

Kemenkes, kata Nadia, telah mengganti obat-obatan yang dicabut tersebut seperti Favipiravir yang menggantikan Oseltamivir.

“Tapi kita tahu sekarang kan ada obat-obat baru ya seperti tadi sebenarnya Favipiravir itu bukan obat baru, pada waktu kita menggunakan Oseltamivir tapi Favipiravir sudah ada. Tapi Favipiravir digunakan untuk kondisi yang lebih berat lagi.”

“Nah jadi memang kalau kita melihat bahwa kondisi-kondisi tadi tentunya sudah dipertimbangkan dan masyarakat tidak perlu takut pada waktu dokter memberikan itu sudah di perhatikan ya dari sisi tentunya keamanannya,” tutup Nadia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini