Share

Kasus Positif Covid-19 Tidak Terskrining 100%, Satgas Ungkap Penyebabnya

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 11 Februari 2022 01:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 337 2545479 kasus-positif-covid-19-tidak-dapat-terskrining-100-satgas-ungkap-penyebabnya-VAVGaWvL9b.jpg Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa tidak semua kasus positif Covid-19 dapat terskrining atau terdeteksi 100%. Pasalnya, seseorang tanpa gejala yang tidak diisolasi berkemungkinan besar menularkan Covid-19 kepada orang lain.

“Faktanya, tidak semua kasus positif di lapangan dapat terskrining 100%,” kata Wiku saat Konferensi Pers secara virtual, Kamis (10/2/2022).  

Wiku mengatakan dalam kondisi pandemi, testing menjadi tolak ukur tunggal penentuan diagnostik sebuah penyakit. Kenyataannya, tidak semua orang melakukan tes untuk mendeteksi Covid-19.

Baca juga: Satgas Sebut Jakarta Pusat Jadi Wilayah dengan Laju Penularan Covid-19 Tertinggi

Wiku menjelaskan bahwa berdasarkan gejala klinisnya, kasus positif Covid-19 dapat dibagi menjadi kasus bergejala dan kasus tanpa gejala atau asimtomatik. Hal ini berarti orang yang tampak sehat-sehat saja belum tentu terbebas dari infeksi Covid-19.

Secara global, kata Wiku, jumlah kasus positif tanpa gejala lebih sedikit persentasenya daripada kasus yang bergejala. “Selain itu mayoritas ahli sepakat bahwa kasus dengan gejala yang jelas masih lebih infeksius atau menular dibandingkan kasus tanpa gejala,” paparnya.

“Studi lainnya, juga menunjukkan bahwa peluang timbulnya kasus positif pada kontak erat, kasus positif tanpa gejala akan sekitar 3 sampai 25% lebih rendah daripada kontak erat kasus positif yang bergejala,” tambahnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Wiku mengatakan gejala Covid-19 seperti batu dan bersin dapat memperbesar peluang penularan dibandingkan pada orang yang tidak batuk dan tidak bersin.

“Walau begitu lebih sedikit dan lebih tidak menular dibandingkan kasus bergejala jika tidak diantisipasi dengan baik maka risiko ini akan menimbulkan kenaikan kasus secara signifikan,” jelasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini