Share

Warga India Buang Sertifikat Vaksin dan Hasil Tes PCR di Toilet Bandara Soetta

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 10 Februari 2022 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 337 2545221 warga-india-buang-sertifikat-vaksin-dan-tes-pcr-di-toliet-bandara-soetta-NIuCoxzcY7.jpg Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Okezone.com)

TANGERANG - Seorang Warga Negara asal India berinisial RM diamankan oleh petugas Imigrasi Soekarno-Hatta karena masuk ke Indonesia menggunakan paspor palsu pada Selasa, 8 Februari 2022. Petugas mencurigai paspor yang digunakan palsu karena foto dan nama yang tertera di paspor tidak sesuai dengan daftar penumpang.

Selain itu, dirinya diketahui membuang sertifikat vaksin dan hasil tes PCR yang mencantumkan nama aslinya dengan cara menyobek menjadi bagian kecil lalu dibuang di toilet bandara.

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Verico Sandi menyebutkan pelaku mengelabuhi petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan dokumen atas nama VM, namun tertangkap saat melalui pemeriksaan Keimigrasian.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut rupanya nama VM tidak terdaftar dalam data manifest penumpang pesawat data manifest justru memuat nama RM.

"RM tertangkap tangan menggunakan paspor palsu berinisial VM dengan foto yang telah diganti. RM diketahui telah singgah di Kathmandu dan Kuala Lumpur sebelum akhirnya terbang ke Indonesia menggunakan pesawat Malaysia Airlines," ungkap Verico pada Kamis (10/2/2022).

Selain memalsukan paspor, RM juga menghilangkan barang bukti berupa surat hasil tes PCR, sertivikat vaksin, serta boarding pass atas nama dirinya. RM diketahui memotong dokumen-dokumen tersebut menjadi serpihan kecil, kemudian membuangnya ke dalam kloset di Terminal Kedatangan sebelum melalui pemeriksaan Covid-19.

"Saat petugas kami mewawancarai RM, terungkap bahwa dia sengaja menghilangkan surat PCR, sertifikat vaksin, dan boarding pass yang tertera nama aslinya. Dia juga kedapatan memalsukan sertivikat vaksin, surat PCR, asuransi, hingga beberapa kartu pengenal Kanada," kata Verico.

Sementara itu, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Andika Pandu Kurniawan mengungkapkan, modus yang dilakukan RM terorganisir dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan kualitas dokumen palsu yang benar-benar menyerupai aslinya serta strategi RM untuk menembus pemeriksaan telah disusun secara matang.

"Temuan ini sangat terorganisir, kami sedang melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri,"

Adapun saat ini RM dapat dijerat dengan Undang Undang Nomor 6 tahun 2011 Pasal 121 Huruf B dimana Orang Asing yang dengan sengaja menggunakan Visa atau Tanda Masuk atau Izin Tinggal palsu atau yang dipalsukan untuk masuk atau keluar atau berada di Wilayah Indonesia dapat dikenai pidana penjara maksimal 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp.5.00.000.000.

Pendalaman juga terus dilakukan mengingat ditemukanya indikasi pelanggaran Pasal 120 Ayat 1 terkait tindak pidana penyelundupan manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini