Share

MUI : Vaksin Merah Putih Halal

Widya Michella, MNC Media · Kamis 10 Februari 2022 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 337 2545127 mui-vaksin-merah-putih-halal-By8TOq055I.jpg MUI nyatakan Vaksin Merah Putih halal. (Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF menyatakan, vaksin Covid-19 Merah Putih buatan Universitas Airlangga (Unair) dengan PT Biotis Pharmaceuticals halal digunakan.

Hasanuddin mengatakan, MUI telah mengeluarkan fatwa halal vaksin tersebut pada Rabu, 9 Februari 2022.

"Iya sudah halal. Kemarin hari Rabu difatwakan vaksin merah putih," kata Hasanuddin kepada MNC Portal, Kamis (10/2/2022).

Ia memastikan, Vaksin Merah Putih tidak mengandung dari bahan-bahan haram seperti babi dan najis.

"Kandungannya tidak ada unsur babi dan najis. Bebas sehingga halal," ujarnya.

Sebelumnya, MUI telah mengeluarkan fatwa terhadap vaksin Covid 19 seperti Sinovac dan Zivivax asal Anhui China. Selain vaksin itu, MUI tetap memperbolehkan penggunaannya selama masa darurat dan ketersediaan vaksin di masyarakat.

Sebagaimana diketahui, saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan vaksin Merah Putih sebagai program super prioritas untuk kemandirian vaksin. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat menghadiri pencanangan uji klinis fase-1 vaksin Merah Putih.

“Saya selaku Menko yang bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian program-program prioritas di mana vaksin Merah Putih adalah merupakan program super prioritas dari Bapak Presiden Joko Widodo untuk menuju ke Indonesia dengan kemandirian vaksin,” kata Muhadjir dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Kamis (10/2/2022)

Sementara itu, Muhadjir mengatakan Vaksin Merah Putih nantinya selain digunakan sebagai vaksin booster (dosis ketiga), akan dihibahkan kepada negara-negara tetangga.

Setelah uji klinis fase-1 akan dilanjutkan ke tahap uji klinis fase-2, vaksin Merah Putih harus sesegera mungkin melakukan proses registrasi skala global di World Health Organization (WHO) dan mendapatkan listing internasional. Dengan demikian Vaksin Merah Putih bisa digunakan dan dihibahkan kepada negara-negara yang membutuhkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini