Share

Menko Luhut: Lansia Harus Tahu Diri, Kasus Omicron Lagi Tinggi

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Kamis 10 Februari 2022 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 337 2545071 menko-luhut-lansia-harus-tahu-diri-kasus-omicron-lagi-tinggi-eVq0uW5M2I.jpeg Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto : MNC Portal/Azhfar Muhammad)

JAKARTA — Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengimbau masyarakat lanjut usia (lansia) untuk tidak keluar rumah. Pasalnya, saat ini penyebaran virus corona (Covid-19) varian Omicron sedang tinggi.

Luhut menilai, lansia harus tahu diri karena Omicron sangat rentan terhadap kalangan lansia. Jika tetap harus beraktivitas ke luar rumah, lansia harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

“Saya kira kita lansia harus tahu diri. Jangan karena kita sehat jumawa kasus lagi tinggi (Omicron). Tapi, kalau harus keluar ya tetap jika ada aktivitas yang harus dilakukan dilakukan sesuai protokol kesehatan,” kata Menko Luhut saat ditemui di kantornya oleh MNC Portal Indonesia, Rabu (9/2/2022).

Ia menyebutkan, pemerintah terus melakukan evaluasi sesuai kondisi di lapangan dan lebih menyesuaikan terhadap kalangan maysarakat lansia.

“Ya saya kira cukup baik lansia harusnya jangan keluyuran, seperti saya (Menko Luhut) 75 tahun karena saya sudah vaksin dua kali, saya sudah vaksin booster tidak ada komorbid. Suka olahraga saya sebenernya juga keluar, tapi kita jaga,” ucapnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dengan begitu, Pemerintah telah mendorong percepatan vaksinasi, terutama dosis 2 untuk para lansia, dan kelompok rentan yang lain. Pemerintah juga menyediakan vaksin booster yang cukup untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Jadi basis dari penanganan Covid-19 kita, kita lihat keterisian rumah sakit dan jumlah orang yang meninggal. Tapi, yang meninggal juga tidak signifikan, ya kita bukannya sombong. Kalaupun mau keluar mau belanja ya belanja aja, keluar tapi patuhi jangan berlebihan tak perlu panik,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini