Share

6 Negara dengan Tingkat Perceraian Paling Rendah, Ada Vietnam hingga Sri Langka

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 10 Februari 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 337 2544715 6-negara-dengan-tingkat-perceraian-paling-rendah-ada-vietnam-hingga-sri-langka-jIAnxnQ4cZ.jpg Perceraian Paling Tinggi (Foto: Investopedia)

JAKARTA - Masalah dalam bahtera rumah tangga merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi pasangan. Rasa percaya dan kesetiaan adalah landasan penting untuk mempertahankan hubungan. Ada beberapa negara yang memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah dibanding negara-negara lain, seperti berikut ini, Kamis (10/2/2022).

1. Sri Lanka

Tingkat perceraian di negara ini cukup rendah, hanya sebesar 0,15 kejadian per 1.000 orang. Ada beberapa hal yang mempengaruhi kecilnya tingkat perceraian di negara ini. Berdasarkan publikasi “Divorce in Sri Lanka Cultural Sociology of Divorce” dari researchgate.net, perceraian adalah hal yang tidak umum diterima, terutama di kalangan masyarakat kelas bawah.

Stigma yang melekat pada pernikahan yang dilakukan beberapa kali, juga menjadi penyebab rendahnya tingkat perceraian di Sri Lanka. Kestabilan keluarga, meskipun terdapat ketidakbahagiaan dalam pernikahan, lebih diterima ketimbang perceraian.

2. Vietnam

Vietnam memiliki tingkat perceraian sebesar 0,2 per 1.000 penduduk. Rendahnya angka perceraian di Vietnam salah satunya karena terkait dengan kehidupan pertanian yang dijalani kebanyakan masyarakat Vietnam. Dalam masyarakat pertanian serta ajaran agama dan negara, terdapat kesamaan pandangan tentang pernikahan, yaitu untuk mempertahankan stabilitas sosial melalui tanggung jawab dalam melahirkan dan membesarkan anak untuk menciptakan masyarakat yang baik.

Sehingga, jika terjadi masalah dalam pernikahan, perempuan Vietnam cenderung memilih diam demi keutuhan keluarga.

3. St Vincent and Grenadines

Tingkat perceraian di negara kepulauan yang berada di timur Laut Karibia ini 0,4 per 1.000 penduduk. Menurut hukum yang berlaku di Saint Vincent and the Grenadines, seseorang yang mengajukan perceraian ke pengadilan harus sudah menjalani pernikahan tidak kurang dari 3 tahun.

Namun, hakim membolehkan mereka yang pernikahannya belum mencapai 3 tahun untuk mengajukan cerai jika mengalami kondisi-kondisi tertentu. Di antara kondisi tersebut, ditinggalkan pasangan atau perilaku pasangan yang membuat kedua pihak tidak bisa lagi tinggal bersama.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

4. Peru

Peru memiliki tingkat perceraian mencapai 0,5 per 1.000 penduduk. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya angka perceraian di negara ini, seperti agama dan nilai-nilai keluarga. Di Amerika Latin, persatuan keluarga sangat dihargai.

Pasangan diajarkan untuk menghindari perceraian dan tetap bersama meskipun mengalami kesulitan.

5. Irlandia

Dibandingkan dengan negara di benua Eropa, tingkat perceraian di Irlandia dianggap cukup rendah, yaitu 0,6 per 1.000 orang. Namun, meskipun negara ini memiliki mayoritas penduduk yang beragama Katolik Roma, tingkat perceraian di antara umat Katolik cukup tinggi, yakni 4,1%.

Angka ini tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara Eropa Katolik lainnya seperti Inggris, Polandia, dan Spanyol, dengan tingkat perceraian 1,9%, 1,8%, dan 2,1%.

6. Malta

Negara ini memiliki tingkat perceraian terendah kelima, dengan hanya 0,8 kejadian per 1.000 orang. Salah satu faktor yang menyebabkan tingkat perceraian yang rendah di Malta adalah kriteria yang membatasi untuk memperoleh status bercerai.

Menurut hukum di Malta, pasangan harus hidup terpisah setidaknya selama empat tahun agar memenuhi syarat untuk bercerai. Pasangan juga harus meyakinkan pengadilan bahwa rekonsiliasi tidak mungkin dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini