Share

9 Gunung Api di Indonesia Bisa Sebabkan Tsunami Jika Erupsi, Ini Daftarnya!

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 09 Februari 2022 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 337 2544628 9-gunung-api-di-indonesia-bisa-sebabkan-tsunami-jika-erupsi-ini-daftarnya-jnQy3eBPCo.jpeg Gunung Anak Krakatau saat meletus beberapa waktu lalu. (Dok Susi Air)

JAKARTA - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono mengatakan saat ini dari 69 gunung api yang sedang dipantau, sebanyak 11 gunung api di Indonesia mengalami erupsi.  

“Gunung Sinabung, Gunung Kerinci, Gunung Anak Krakatau, Gunung Merapi, Gunung Dieng,  Gunung Semeru, kemudian Gunung Ili Lewotolok, Gunung Iliwerung, Gunung Sirung dan Gunung Ibu serta Gunung Dukono,” kata Eko saat Konferensi Pers: Kondisi Terkini Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/2/2022).

Eko mengatakan erupsi gunung api selain menimbulkan bahaya primer berupa jatuhan piroklastik ataupun aliran piroklastik, juga berpotensi disertai oleh bahaya ikutan yang mungkin timbul seperti terjadinya tsunami.

 Baca juga: Aktivitas Meningkat, Gunung Anak Krakatau Alami 9 Kali Letusan

Saat ini, kata Eko, terdapat 9 gunung-gunung api yang berpotensi membangkitkan tsunami jika terjadi erupsi. Di antaranya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat dan Gunung Iliwerung di Nusa Tenggara Timur.

“Kemudian, ada Gunung Rokatenda di NTT juga Nusa Tenggara Timur Utara Floresya, ada Gunung Ruang di Sulawesi Utara, Gunung Awu di Sulawesi Utara juga, Gunung Gamkonora di Maluku Utara, kemudian Gunung Teon di Maluku, Gunung Gamalama di Ternate Maluku Utara,” tambahnya.

Eko mengatakan sejarah mencatat bahwa korelasi erupsi gunung api dengan terjadinya tsunami. Kejadian yang paling baru adalah erupsi Gunung Anak Krakatau pada tahun 2018, yang sebelumnya tercatat juga terjadi pada tahun 1883.

“Kejadian lainnya, ini maksudnya gunung api yang menimbulkan tsunami itu seperti erupsi Gunung Tambora tahun 1815, kemudian Iliwerung Hoba tahun 1973, tahun 1979 dan tahun 1983. Juga Gunung Rokatenda tahun 1928, Gamkonora tahun 1673, dan Gunung Api Ruang pada tahun 1871,” ungkap Eko. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini