Share

Pesan Yahya Muhaimin ke Haedar Nashir: Mengurus Muhammadiyah Ojo Kenceng-Kenceng

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 09 Februari 2022 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 337 2544580 pesan-yahya-muhaimin-ke-haedar-nashir-mengurus-muhammadiyah-ojo-kenceng-kenceng-SQujwtHFAB.jpg Yahya Muhaimin meninggal dunia. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Yahya Muhaimin meninggal dunia hari ini, Rabu (9/2/2022) pukul 10.10 WIB di RS Geriatri Purwokerto. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berduka atas kepergian sosok yang punya peran penting dalam kehidupan berorganisasinya.

Bagi Haedar, Prof Yahya adalah guru dan tokoh yang rendah hati, bergaul dan ramah menyapa kepada kader muda Muhammadiyah. Almarhum juga pernah memberikannya pesan tentang mengelola Muhammadiyah.

“Beliau beberapa kali pesan dengan mengutip pernyataan Pak AR Fakhruddin, ‘Mengurus Muhammadiyah ojo kenceng-kenceng". Maksudnya, mengelola urusan Muhammadiyah jangan bertegangan-tinggi, moderat saja,” ujar Haedar.

Selain itu, bagi Haedar, Prof Yahya adalah sosok intelektual teladan yang menunjukkan kata sejalan tindakan. Meski kritis namun tetap rendah hati dan tidak tampak aura arogansi dengan kemampuannya yang mumpuni.

Baca juga:  Tokoh Muhammadiyah Yahya Muhaimin Meninggal Dunia, Ini Kenangan Haedar Nashir

Prof Yahya semasa hidupnya pernah menjadi Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Anggota PP Muhammadiyah periode 2000-2005 dan Atase Dikbud di Washington DC Amerika Serikat.

Dia juga berprofesi sebagai dosen, guru besar serta pernah menjadi Dekan di Fisipol UGM. Semasa muda dia aktif dan menjadi tokoh di Ikatan Pelajar Muhamamdiyah. Prof Yahya juga Mantan Mendiknas pada era Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

Ketika buku dari disertasinya mengusik orang di sekitar Istana yang berusaha menggugatnya, Prof Yahya menempuh jalan yang dianggapnya baik tanpa konfrontasi. Tetapi karya puncak intelektualnya tetap menjadi rujukan penting para pengkaji ekonomi politik Indonesia, yang membalik teori Marxisme.

“Ketika saya studi S2 dan S3 di UGM, Beliau banyak memberikan perhatian dan dukungan, disertai pesan-pesan kearifannya yang elegan dan tanpa terkesan menggurui,” sambung Haedar. 

Haedar berujar kepribadian Prof Yahya moderat dan santun tanpa dibuat-buat, menunjukkan sikap asli pada umumnya kader dan tokoh Muhammadiyah yang menghayati Kepribadian Muhammadiyah.

“Selamat jalan Pak Yahya Muhaimin, jejakmu adalah suluh kecendekiawanan yang autentik bagi kami. Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dan ditempatkan di jannatun na'im,” tutup Haedar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini