Share

Biografi Yahya Muhaimin, Mendiknas Era Gus Dur yang Semasa Kecil Akrab dengan Perang

Tim Okezone, Okezone · Rabu 09 Februari 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 337 2544553 biografi-yahya-muhaimin-mendiknas-era-gus-dur-yang-semasa-kecil-akrab-dengan-perang-2eUyGDlHo5.jpg Yahya Muhaimin meninggal dunia. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Yahya Muhaimin meninggal dunia pada hari ini, Rabu 9 Februari 2022. Ia merupakan Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Almarhum tutup usia di Purwokerto pukul 10.15 WIB.

Yahya Muhaimin lahir di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah pada 17 Mei 1943. Dia adalah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1971 dan mendapatkan gelar doktor dari Massachusetts Institute of Technology pada 1982.

Sebelum menjadi menteri, Yahya Muhaimin merupakanĀ dosenĀ di FakultasĀ Ilmu SosialĀ danĀ Ilmu PolitikĀ UGM.

Yahya Muhaimin sudah tertarik dengan kehidupan politik sejak kecil. Sedari SD, dia sudah rajin membaca koran. Khususnya pada Pemilu 1995 kala usianya 12 tahun, dia menyaksikan kaum politisi berebut massa melalui rapat-rapat umum.

ā€˜ā€™Namun yang terpikirkan saya ketika itu, bagaimana dijadikan dokter atau diplomat karier,ā€™ā€™ ujarnya, dikutip dari P2k.itbu.ac.id.

Selain sebagai pakar hubungan internasional, Yahya Muhaimin juga seorang pengamat politik dan militer. Terlebih lagi, daerah lahirnya di Bumiayu pernah dijadikan area pertempuran antara TNI dan Darul Islam (DI).

Ā Baca juga:Ā Breaking News! Mantan Mendiknas Yahya Muhaimin Meninggal Dunia

Tak Ayal, Muhaimin mengaku rutin mendengar derap sepatu lars, deru yang dikendarai perang, aba-aba militer, desingan peluru, dan ledakan mortir.

Di balik profesinya sebagai pengajar, Yahya Muhaimin ternyata pernah menghindari profesi guru. Padahal ibunya yang seorang pendidik pernah membujuknya jadi pengajar.

Titik balik terjadi setelah dua tahun dirinya merampungkan studi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM pada 1973. Anak kedua dari tujuh bersaudara menyadari bahwa jadi guru baginya memang tidak terelakkan.

11 tahun setelahnya, Yahya Muhaimin melanjutkan perjuangan belajarnya di Institut Teknologi Massachusetts, Amerika Serikat dan meraih gelar dokter ilmu politik dengan disertasi ā€˜The Politic of Client Businessmen; Indonesian Economic Policy 1950-1980ā€™. Selama dua tahun setelahnya, dia mengelola Program S2 Fakultas Sospol UGM.

Bagi Yahya Muhaimin, industri persenjataan merupakan program mahal dan mewah, namun diperlukan Indonesia.

Dia menikah dengan Choifah dan memiliki empat anak. Ia juga dijadikan kolumnis kepada beberapa majalah dan surat kabar. Selain itu ia juga menulis buku Masalah-Masalah Pembangunan Politik (1977) dan Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia (1982, revisi). Keduanya diterbitkan oleh Gadjah Mada Press.

Berikut jenjang pendidikan dan karier Yahya Muhaimin:

Pendidikan

* SRI, Bumiayu (1956)

* SMI, Bumiayu (1959)

* SMAN, Purwokerto (1962)

* Central Community High School, De Witt, Iowa, AS (1963)

* Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Yogyakarta (1971)

* IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (tidak selesai)

* Institut Teknologi Massachussets, AS (Doktor, 1982)

Karir

* Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM (1973-sekarang)

* Pengelola program S-2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM (1982-1984)

* Kepala Pusat Studi Keamanan & Perdamaian UGM (1996-1999)

* Konsulat Pendidikan di Washington DC

* Menteri Pendidikan Nasional RI (1999-2001)

Cara Lain

* Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Azhar Indonesia (2010- sekarang)

Karya

* Masalah-Masalah Pembangunan Politik (ed), Gadjah Mada Press (1977)

* Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia 1945-1966, Gadjah Mada Press (1982).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini