Share

Ketika Anak Hoegeng Dituduh Membeli Ganja

Fay Cilla, Okezone · Rabu 09 Februari 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 337 2544321 ketika-anak-hoegeng-dituduh-membeli-ganja-fwZIrUGgmi.jpg Hoegeng/ tangkapan layar medsos

JAKARTA - Hoegeng Imam Santoso lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Jawa Tengah. Ia merupakan sosok yang terkenal sebagai pribadi yang jujur, disiplin dan sederhana walaupun ia sedang menjabat sebagai pejabat penting negara. Ia juga merupakan sosok teladan Polri hingga saat ini.

(Baca juga: Ketika Bung Karno Paksa Hoegeng Ganti Nama: Kurang Ajar Kamu!)

Mengutip Buku Hoegeng Polisi dan Menteri, semasa hidupnya ia sempat menjabat sebagai Kapolri ke-5 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan jabatan Menteri-menteri lainnya yang dianggap penting saat itu.

Komitmen terhadap sifatnya ia terapkan dalam pekerjaan ataupun keluarga. Didalam keluarga sendiri Hoegeng merupakan sosok yang sangat menyayangi keluarganya.

(Baca juga: Ketika Hoegeng Minta Istrinya Tutup Toko Bunga di Cikini demi Menjaga Kejujuran)

Pertunangannya dengan Meri, istrinya dikaruniai tiga anak yaitu Reni Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu. Saat menjadi Kapolri ada cerita menarik tentang Hoegeng dan anaknya, Didit. Mungkin sudah biasa jika mendengar Hoegeng yang selalu menolak pemberian apapun terkait dengan jabatan yang ia pegang saat itu.

Namun pada suatu saat ada kasus yang mengharuskan Didit menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya atas tuduhan Pembelian Narkoba berjenis Ganja. Hoegeng saat itu dikabari bahwa sedang ada kasus penangkapan anak-anak muda yang tengah menghisap ganja oleh Kepala Polda Metro Jaya Widodo Boedidharmo.

Dimana menurut keterangan anak-anak tersebut sempat menyebut-nyebut nama Didit saat mereka ditangkap, Didit disebut juga sebagai salah satu pembeli ganja. Hoegeng yang mendengar pernyataan tersebut segera menyuruh Didit menemui Widodo di Polda Metro Jaya saat itu.

Widodo diminta untuk memeriksa Didit terkait tuduhan tersebut. Namun, Ternyata Didit dinyatakan tidak bersalah dan ia tidak terlibat sama sekali.

Menurut pengakuan tersangka ia yakin bahwa putra Kapolri membeli ganja padanya, bahkan ia dapat mengenali wajah putra Kapolri yang ditudingnya. Namun, ketika Didit dikonfrontasi, tersangka justru tak mengenali siapa Didit itu. Didit pun akhirnya dilepaskan.

Faktanya saat diketahui tersangka mendapati salah orang yang ternyata itu bukan Didit anak Kapolri, melainkan anak salah satu dari pejabat tinggi lainnya yang memang sering memakai narkotika dan obat-obatan terlarang. Tersangka sengaja menyebutkan anak Kapolri dengan maksud agar ia mendapati hukuman ringan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini