Share

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanis 600 Meter ke Udara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 06 Februari 2022 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 06 337 2543154 gunung-merapi-kembali-erupsi-muntahkan-abu-vulkanis-600-meter-ke-udara-6DofBsynSZ.jpg Kondisi Gunung Merapi saat erupsi, 6 Februari 2022. (Foto: PVMBG)

JAKARTA - Gunung Merapi yang terletak di Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, kembali mengalami erupsi pada Minggu, (6/2/2022). Salah satu gunung teraktif di Indonesia tersebut mengeluarkan awan panas pada pukul 15.12 WIB dan memuntahkan abu vulkanis yang mencapai ketinggian 600 meter.

"Terjadi erupsi Gunung Merapi pada hari Minggu, 6 Februari 2022, pukul 15:12 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 3568 m di atas permukaan laut)," demikian dikutip dari laman resmi magma.esdm.go.id, Minggu. 

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, kolom abu Gunung Merapi teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat daya.

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 129 detik," imbuhnya.

PVMBG menginformasikan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km. Kemudian, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Selanjutnya, pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Tak hanya itu, PVMBG juga meminta agar masyarakat mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini