Share

Kemenkumham Janji Tindak Tegas Petugas Jika Terbukti Lakukan Pungli di Lapas

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 06 Februari 2022 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 06 337 2543114 kemenkumham-janji-tindak-tegas-petugas-jika-terbukti-lakukan-pungli-di-lapas-8Q0T3aR8P7.jpg Foto: MNC Portal.

JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berjanji akan menindak tegas petugas yang terbukti menerima atau melakukan pungutan liar (pungli) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Hal itu disampaikan Kabag Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama Kemenkumham, Tubagus Erif Faturahman menanggapi adanya informasi dugaan praktik pungli jual beli alas untuk tidur para narapidana di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Kemenkumham Selidiki Pungli Alas Tidur Narapidana di Lapas Cipinang, Hasilnya Mencengangkan 

"Kementerian tetap tidak akan mentolerir perilaku tersebut karena jelas-jelas salah dan melanggar. Evaluasi dan pengawasan terus kita lakukan. Jika ada laporan atau bahkan dugaan terjadi praktek pungli, kementerian akan tindak tegas," kata Erif Faturahman saat dikonfirmasi, Minggu (6/2/2022).

Erif menjelaskan bahwa aturan di Kemenkumham sudah cukup tegas terhadap para pegawainya. Kendati demikian, ia juga mengakui bahwa praktik-praktik dugaan pungli tersebut masih saja terjadi.

"Kami sadar bahwa praktik (pungli) tersebut masih banyak terjadi. Hal ini karena banyak hal. Di samping memang integritas petugas, juga karena ada kesempatan," ungkapnya.

Kemenkumham mengklaim sudah melakukan berbagai upaya untuk pembenahan lapas dan rutan yang ada di Indonesia. Salah satunya, revisi terhadap tiga aturan yang berkaitan dengan sistem lapas dan rutan di Indonesia yakni Undang-Undang Narkotika; Pemasyarakatan dan KUHP.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Ketiga UU tersebut sangat penting, tidak hanya untuk mereformasi penjara, tapi juga sistem peradilan pidana," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, ramai isu soal adanya dugaan praktik pungli jual beli alas atau tempat untuk tidur para narapidana di Lapas Cipinang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para narapidana tersebut diminta Rp30.000 per minggu untuk dapat alas tidur di lapas Cipinang.

Dugaan jual beli tempat untuk tidur tersebut terjadi karena Lapas Cipinang dikabarkan kelebihan muatan (over kapasitas). Praktik jual beli alas tidur di Lapas Cipinang juga dikabarkan sudah terjadi sejak lama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini