Share

Kebal dari Tusukan Keris, Kapten VOC Ini Tewas Tertusuk Tombak Sakti Mataram

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 05 Februari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 05 337 2542661 kebal-dari-tusukan-keris-kapten-voc-ini-tewas-tertusuk-tombak-sakti-mataram-E0X6RjWWMD.jpeg Illustrasi (foto: dok Okezone)

SEORANG kapten VOC tewas dengan tombak sakti yang dimiliki pasukan Kerajaan Mataram. Sosok yang membunuhnya adalah Pangeran Puger yang membantu pasukan Untung Surapati saat bertempur.

Sebelumnya pasukan VOC yang menghadapi Untung Surapati tampak unggul di atas angin. Saat itu Kerajaan Mataram tengah di perintah oleh Sunan Amangkurat II, sebagaimana dikutip dari buku "Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati" tulisan Sri Wintala Achmad.

BACA JUGA:Kisah Untung Surapati Tak Terluka saat Ditembak Peluru Emas Tentara VOC 

Pertempuran antara pasukan Untung Surapati dengan VOC tak terhindarkan di Alun - Alun Kartasura. Saat itu Untung Surapati berhasil membunuh seorang kapten VOC pertama yakni Kapten Brikman. Terbunuhnya Brikman menjadikan pasukan VOC kian beringas dan memerangi pasukan Untung Surapati.

Sang kapten VOC itu tewas dengan sabetan patrem atau keris kecil yang terkenal sakti. Akibat sabetan keris yang kecil itu, leher Brikman tewas seketika dan nyaris tewas. Melihat Brikman tewas, rekannya Kapten Tack marah besar.

BACA JUGA:Gerilya Untung Surapati Kerahkan Para Budak Lawan VOC 

Ia menata barisan kemudian menyerang balik pasukan Untung Surapati. Tetapi serangan ini dihadang oleh Surapati dan Patih Anrangkusuma. Mereka pun berperang bersama - sama melawan VOC, tanpa merasa gentar sedikit pun.

Kapten Tack sempat disodok tombak, namun tidak terluka, sang kapten VOC itu balik menyerang Untung Surapati. Oleh Surapati, Kapten Tack didekati dsn dihantam bertubi-tubi, namun tak dirasakan. Sosok Kapten Tack terkenal sakti dan kebal senjata tajam.

Bahkan keris Surapati yang sebelumnya berhasil membunuh Kapren Brikman, sampai patah ujungnya. Sesudah melempar kerisnya, Surapati mengganti keris dengan keris lainnya untuk ditikamkan ke dada Kapten Tack. Namun sang kapten, masih tetap berdiri tegak di hadapan Surapati.

Karena terdesak, Kapten Tack akhirnya dibantu oleh 12 orang opsir VOC lainnya. Mereka pun balik melawan Untung Surapati yang membuat Surapati harus mundur dari medan laga untuk beristirahat ke Pagongan. Tentara kompeni masih menembaki dan kejauhan. Saat beristirahat inilah, Surapati diperintahkan penguasa Mataram Sultan Amangkurat II untuk menghadapnya.

Di sana Surapati sempat memohon ampun kepada sang raja, tetapi ia justru meminta Pameran Puger dan pasukannya untuk membantu Untung Surapati, yang terlihat kelelahan. Pangeran Puger kemudian turun dari sitinggil dan pergi ke kamandungan. Ia kemudian memilih para pasukan elite pilihannya untuk bersiap perang.

Pangeran Puger sendiri kemudian berganti pakaian dan menuju medan perang. Gabungan pasukan Pangeran Puger, Untung Surapati, dan Patih Anrangkusuma membuat pasukan VOC dibuat kocar-kacir. Bahkan Pangeran Puger langsung bisa berhadapan dengan Kapten Tack.

Puger kemudian dihujani tembakan oleh pasukan VOC, namun ia tak mundur selangkah pun. Dengan tombak Kiai Plered yang terkenal sakti, ia menyerang Kapten Tack. Sang kapten VOC ini akhirnya tewas seketika akibat tombak sakti Kiai Plered yang menancap di dadanya.

Mengetahui Kapten Tack tewas, pasukan Pangeran Puger mengamuk serentak serupa segerombolan banteng terluka. Pasukan - pasukan Pangeran Puger menombak, memedang, menusuk, dan menginjak-injak dengan garangnya para pasukan VOC yang terkapar di tanah, dengan tubuh bersimpah darah hingga mati.

Amukan pasukan Pangeran dan Untung Surapati membuat banyak pasukan VOC banyak yang tewas. Tak terhitung lagi banyak anggota pasukan VOC yang tewas, hingga mayat-mayatnya bertumpang tindih. Orang-orang VOC yang masih hidup kemudian lari tunggang langgang menyelematkan diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini