Share

Gempa M5,5 di Banten Murni Gempa Tektonik, BMKG: Tidak Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 04 Februari 2022 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 04 337 2542587 gempa-m5-5-di-banten-murni-gempa-tektonik-bmkg-tidak-terkait-erupsi-gunung-anak-krakatau-BjYlnwlvES.jpg Ilustrasi gempa (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menegaskan bahwa gempa dengan magnitudo (M)5,5 di Banten sore ini pukul 17.10 WIB tidak terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pukul 17:07 WIB.

“Gempa selatan Banten ini murni gempa tektonik yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda,” tegas Daryono dikutip dari media sosial pribadinya, Jumat (4/2/2022).

Sementara itu, Daryono mengatakan dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2. Episenter terletak di laut pada jarak 63 kilometer arah barat daya Bayah, Banten dengan kedalaman 55 km.

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan pada kerak samudra Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Banten. Gempa jenis ini lazim disebut sebagai gempa yang bersumber dalam lempeng atau gempa intraslab (intraslab earthquake),” kata Daryono.

Baca juga: Diguncang Gempa M5, Warga Bayah: Kami Sudah Biasa dan Tak Panik   

Daryono mengatakan gempa Intraslab semacam ini memiliki karakter mampu meradiasikan ground motion (guncangan) yang lebih besar diatas gempa dengan magnitudo sekelasnya dari sumber lain. Maka wajar jika gempa ini meskipun hanya magnitudo 5,2 tetapi dapat dirasakan di Jakarta.

“Struktur tanah lunak dan tebal di Jakarta akan menciptakan resonansi dan mengamplifikasi/memperkuat guncangan gempa,” paparnya.

Baca juga: Gempa M5,5 Guncang Bayah Banten, BMKG: Jenis Gempa Dangkal, Deformasi Lempeng Indo-Australia   

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Gempa selatan Banten magnitudo 5,2 ini memiliki rekahan sangat kecil merilis penurunan tegangan (stress drop) sangat besar. Efeknya, kata Daryono, gempa meradiasikan guncangan frekuensi yang lebih tinggi dari biasanya.

Daryono juga mengatakan bahwa gempa-gempa kuat atau signifikan yang terjadi akhir ini baik di Selatan Banten maupun di Selatan Jawa Timur memiliki tipe ini, yaitu intraslab earthquake.

Sementara itu, kata Daryono, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa Banten magnitude 5,2 ini memiliki mekanisme pergerakan kombinasi geser-turun (oblique normal).

Gempa ini dirasakan sangat kuat di Palabuhan Ratu dalam skala intensitas IV MMI. Sedangkan di Malingping, Bayah, Cihara, Panggarangan, Ciptagelar, Wanasalam, Sukabumi, Rangkas Bitung, Cireunghas, Cikeusik dalam skala intensitas III MMI. Di Sawarna, Pangalengan, Jakarta, Tangerang, Parung Panjang dalam skala intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa.

“Hasil pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 17.35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi satu kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,0,” paparnya.

Daryono juga mengungkapkan bahwa gempa ini adalah gempa ke-6 yang mengguncang Jakarta dalam 5 tahun terakhir, yaitu: 23 Januari 2018 (M6,1) 28 Juli 2019 (M4,9) 2 Agustus 2019 (M6,9) 14 Januari 2022 (M6,6) dan gempa hari ini 4 Februari 2022 (M5,2).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini