Share

3 Mitos Suku Dayak yang Belum Diketahui Banyak Orang

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 03 Februari 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 03 337 2541651 3-mitos-suku-dayak-yang-belum-diketahui-banyak-orang-Vf2gaR0SNR.jpg Ilustrasi Suku Dayak. (Foto: Authentic Indonesia)

SUKU Dayak yang menetap di Pulau Kalimantan memang memiliki banyak mitos. Ada beberapa mitos tentang suku ini yang belum diketahui luas oleh masyarakat.

Berikut 3 di antaranya.

1. Buat Alat Vital Menghilang

Ada satu mitos yang cukup mencengangkan tentang wanita Suku Dayak. Apabila ada pria yang berani menggoda atau melakukan hal macam-macam terhadap wanita tersebut, maka ia bisa membuat alat vital si pria menghilang. Kepercayaan ini menjadi satu hal yang sudah melegenda dan banyak dipercaya. Melansir Okezone, isu tersebut nyatanya dibantah oleh para wanita Suku Dayak. Pada dasarnya, tidak ada wanita yang ingin dipermainkan.

Sementara itu, ada pula mitos yang mengatakan bahwa jika seorang pria terpincut wanita Dayak, maka ia tidak bisa pulang. Wanita Dayak dianggap mengikat si pria secara gaib. Apalagi, bagi mereka yang berasal dari luar Kalimantan.

2. Sosok Panglima Burung

Suku Dayak memiliki seorang sosok mistik yang sangat legendaris, yakni Panglima Burung. Sosok tersebut dipercaya sebagai sosok penting yang mampu melindungi dan menjaga keutuhan Suku Dayak di Kalimantan. Masyarakat Dayak yakin, Panglima Burung mendiami sebuah wilayah di pedalaman Kalimantan dan mengawasi kehidupan masyarakat Dayak di pulau tersebut.

Jika suku Dayak sedang dalam keadaan terancam, maka Panglima Burung akan datang dan merasuki tubuh salah satu warga.

Panglima Burung dideskripsikan sebagai sosok yang mencerminkan karakter Suku Dayak sejati, yakni cinta damai, suka mengalah dan menolong serta sedikit pemalu. Akan tetapi, ia akan berubah menjadi sosok yang sangar jika merasa terancam.

3. Ular Raksasa ‘Nabau’

Sosok ular raksasa bernama Nabau pernah terjepret kamera sedang berenang di sebuah sungai di Kalimantan pada 2009. Sejak saat itu, perdebatan tentang keberadaan ular ini kian ramai. Mengutip Sindonews, penampakan ular itu diambil melalui kamera di helikopter yang mengudara pada 11 Februari 2009.

Masyarakat setempat yang merupakan Suku Dayak mempercayai bahwa ada ular jenis anaconda bernama Nabau yang menghuni wilayah itu. Kepercayaan ini sangat kental, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitaran sungai Baleh Borneo. Mereka juga menganggap Nabau sebagai ular kramat. Meskipun demikian, masih banyak pihak yang menyangsikan keaslian foto ini dan menganggapnya hanya rekayasa semata. (aky) 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini