Share

3 Tokoh Keturunan Tionghoa Berpengaruh di Indonesia, Gus Dur Salah Satunya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 02 Februari 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 337 2541147 3-tokoh-keturunan-tionghoa-berpengaruh-di-indonesia-gus-dur-salah-satunya-r826kvsDke.jpg Gus Dur (Foto : nu.or.id)

TOKOH keturunan Tionghoa telah lama bermukim di Indonesia. Sejak kedatangan mereka di Nusantara untuk urusan perdagangan, mereka pun turut melakukan perlawanan terhadap penjajah demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Berikut 3 tokoh keturunan Tionghoa yang memiliki andil di Tanah Air.

1. Abdurrahman Wahid

Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang memiliki andil cukup besar bagi etnis Tionghoa di Indonesia. Melalui Keputusan presiden (Keppres) No. 6 tahun 2000, ia memperbolehkan etnis Tionghoa untuk merayakan hari raya mereka secara terbuka. Keputusan ini mematahkan aturan lama dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 tahun 1967 yang melarang etnis Tionghoa di Indonesia untuk merayakan tradisi Tionghoa secara terang-terangan.

Suatu ketika, Gus Dur mengatakan bahwa diirnya memiliki garis keturunan Tionghoa ia dapatkan dari Tan Kim Han yang menikahi Tan A Lok yang merupakan saudara Raden Patah atau Tan Eng Hwa. Tan Kim Han, berdasarkan sebuah riset, dikenal sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Shini.

2. Lauw Tjhwan Thio

Dikenal dengan nama Junus Jahja sejak memeluk Islam pada 1979 atas bimbingan Buya Hamka, Lauw Tjhwan Thio merupakan salah satu tokoh Tionghoa yang nasionalis. Ia termasuk orang yang berjasa dalam mencetuskan Piagam Asimilasi. Isi piagam ini adalah anjuran untuk seluruh warga keturunan Tionghoa agar sepenuhnya berasimilasi dengan masyarakat Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta tahun 1927 ini juga aktif syiar Islam. Selain menggagas terbentuknya Yayasan Haji Karim Oei, Junus Jahja mendirikan Yayasan Ukhuwah Islamiyah dan turut andil dalam pendirian Masjid Lautze Jakarta.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

3.Ong Tjong Bing

Dengan nama lain Daya Sabdo Kasworo, Ong Tjong Bing merupakan dokter yang berjasa dalam merawat korban pertempuran yang terjadi di Surabaya pada 10 November 1945. Ia sempat bergabung di dunia militer sebagai pegawai sipil setelah menamatkan pendidikan dokter giginya pada 1953.

Ia juga pernah menyandang gelar sebagai kapten di bawah Resimen Infanteri RI-18 di Jawa Timur, dua tahun setelah bergabung dengan infanteri tersebut.

Dalam bidang militer, ia ikut serta dalam beberapa agenda pemberontakan, seperti DI/TII, Operasi PRRI-Permesta, dan Mandala-Trikora. Setelah kembali fokus pada bidang kesehatan, ia diminta menjadi Kepala Kesehatan Kodam Cendrawasih dan mendirikan rumah sakit militer di Jayapura, Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini