Share

Kemenag Minta Rumah Ibadah Ahmadiyah di Sintang Dialihfungsikan sebagai Masjid

Widya Michella, MNC Media · Senin 31 Januari 2022 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 337 2540216 kemenag-minta-rumah-ibadah-ahmadiyah-di-sintang-dialihfungsikan-sebagai-masjid-Q34IEhPb1U.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Wawan Djunaidi mengimbau agar rumah ibadah Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sintang, Kalimantan Barat, tetap difungsikan sebagai masjid bagi seluruh umat Islam usai kubahnya dibongkar.

“Rumah ibadah JAI yang sudah berdiri di Sintang agar dapat tetap difungsikan sebagai masjid yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim. Jika akan dimanfaatkan untuk fungsi yang lain, harus melalui musyawarah dengan jemaat Ahmadiyah sebagai pemilik lahan dan bangunan,” kata Wawan, Senin (31/1/2022).

Selain itu, Wawan juga meminta seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk memfasilitasi umat beragama yang mengusulkan penggunaan tempat ibadah sementara karena belum memenuhi syarat untuk mendirikan rumah ibadah.

Baca juga: Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah, Ma'ruf Amin Minta Hukum Harus Ditegakkan

Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 disebutkan, pendirian rumah ibadah harus memenuhi persyaratan administratif, persyaratan teknis, dan persyaratan khusus.

Persyaratan khusus tersebut antara lain, terdapat 90 jiwa calon pengguna rumah ibadah. Jika persyaratan khusus tersebut belum terpenuhi, pihak-pihak yang ingin mendirikan rumah ibadah dapat mengajukan izin penggunaan tempat ibadah sementara kepada pemerintah daerah kabupaten/kota.

Baca juga: 3 Aktor Intelektual Perusakan Masjid Ahmadiyah di Kalbar Turut Ditangkap

Follow Berita Okezone di Google News

“Hendaknya pemerintah daerah memastikan agar hak-hak konstitusi warga negara terpenuhi, khususnya untuk dapat melakukan ibadah secara kolektif di rumah ibadah atau tempat ibadah sementara,” tuturnya.

Lebih lanjut kepada seluruh umat muslim, Wawan mengajak mereka agar dapat menerima anggota JAI untuk beribadah bersama-sama di masjid atau musala. Anggota JAI juga diimbau untuk beribadah secara bersama-sama dengan umat muslim lainnya, di masjid mana pun.

“Sudah seharusnya, seluruh umat beragama dapat hidup bersama-sama dengan penganut seagama yang berbeda paham atau penganut agama lain dengan toleran, rukun, dan saling menghargai,” ujar dia.

Baca juga: Komnas HAM Dorong Polisi Ungkap Aktor Intelektual Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini