Share

6 Pahlawan RI yang Gugur di Usia Muda, Ada yang Masih Berumur 17 Tahun

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 30 Januari 2022 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 337 2539751 6-pahlawan-ri-yang-gugur-di-usia-muda-ada-yang-masih-berumur-17-tahun-Jtz1raa9nL.jpg Ilustrasi memperingati Hari Pahlawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perang yang terjadi pada masa penjajahan hingga pascakemerdekaan Indonesia membuat beberapa tokoh harus gugur dalam usia muda. Mereka rela bersimpah darah demi mempertahankan Tanah Air. Berikut 6 tokoh pahlawan Indonesia yang harus gugur dalam usia muda diolah dari berbagai sumber.

1.  Abdul Halim Perdanakusuma (25 Tahun)

Halim Perdanakusuma, pria kelahiran Sampang, 18 November 1922. Halim merupakan pahlawan nasional yang gugur pada 14 Desember 1947. Tepatnya ketika ia berusia 25 tahun.

Ia gugur saat menjalankan tugas semasa perang Indonesia-Belanda di Sumatera, yaitu ketika ditugaskan membeli dan mengangkut perlengkapan senjata dengan pesawat terbang dari Thailand.

Atas dedikasinya kepada Indonesia, Halim diberi gelar pahlawan nasional. Namanya kini diabadikan sebagai nama bandar udara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan kapal perang KRI Abdul Halim Perdanakusuma.

 Baca juga: Hari Pahlawan, Kata-Kata Bung Tomo Ini Kobarkan Semangat Perjuangan!

2. Pierre Andreas Tendean (26 Tahun)

Pierre Andreas Tendean adalah perwira militer Indonesia yang lahir pada 21 Februari 1939. Pierre mengawali kariernya di bidang militer dengan menjadi intelijen dan ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution dengan pangkat letnan satu.

Pada tahun 1965, Tendean menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September. Tendean tutup usia pada usia 26 tahun.

Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata bersama enam perwira korban Gerakan 30 September lainnya. Pada 5 Oktober 1965, Tendean ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia.

Baca juga: 6 Langkah Nyata Generasi Muda Teruskan Semangat Perjuangan Pahlawan

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

3. RA Kartini (25 Tahun)

Sosok satu ini dikenal sebagai perempuan pejuang emansipasi. Ia aktif dalam memperjuangkan kesetaraan hak perempuan.

Atas perjuangannya, perempuan Indonesia dapat mengenyam dunia pendidikan sampai sekarang. Ia ingin semua perempuan Jawa menjadi manusia yang maju dan berpendidikan. Semua pemikiran Kartini tertuang dalam bukunya "Habis Gelap, Terbitlah Terang".

Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Namun pada usia 25 tahun, Kartini diberitakan meninggal dunia. Hingga kini setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Hal ini berdasarkan keputusan Presiden RI No. 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964 yang menyatakan RA Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

4. Martha Christina Tiahahu (17 Tahun)

Martha Christina Tiahahu adalah sosok pejuang wanita kelahiran Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800. Ia merupakan anak dari Kapitan Paulus Tiahahu, ajudan Thomas Matulessy dalam perang Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817.

Bersama dengan ayahnya, Martha berani mengangkat senjata melawan penjajah Belanda. Namun, pada 2 Januari 1818 Martha mengembuskan napas terakhir di usianya yang ke-17 tahun. Jasadnya dibuang di Laut Banda dan bersemayam di sana.

Lantaran aksi heroiknya, Martha dikenal sebagai gadis pemberani dan gigih oleh kalangan pejuang, masyarakat, hingga musuh.

Kini, Martha dikenang masyarakat dengan mendirikan patung menyerupainya di daerah Sirimau, Ambon. Patung tersebut menghadap ke arah Laut Banda, tempat di mana sang srikandi meninggal.

5. RW Monginsidi (24 tahun)

Robert Wolter Mongisidi lahir di Malalayang, Manado, pada 14 Februari 1925. R.W Monginsidi berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sulawesi Selatan. Setelah Indonesia merdeka, pasukan sekutu NICA (Netherlands Indies Civil Administration/Administrasi Sipil Hindia Belanda) kembali datang ke Indonesia untuk melakukan penyerangan.

Monginsidi bersama pemuda di Makassar andil dalam Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) untuk melawan Belanda pada 17 Juli 1946. Namun, akhirnya dia ditangkap dan pada 5 September 1949 dieksekusi oleh tim penembak Belanda.

Secara anumerta, Robert dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 6 November 1973. Selain itu, namanya dijadikan sebagai nama bandara di Kendari, Sulawesi Tenggara dan kapal angkatan laut Indonesia KRI Wolter Mongisidi.

6.  I Gusti Ngurah Rai (30 Tahun)

I Gusti Ngurah Rai adalah pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Carangsari, Bali, 30 Januari 1917. Pada masa penjajahan, ia bersama pasukannya Ciung Wanara turut melawan pasukan Belanda. Lantaran aksinya tersebut, I Gusti Ngurah Rai wafat dalam medan Pertempuran Margarana.

Setelah gugur dalam Pertempuran Margarana, Ngurah Rai disemayamkan di Marga, Bali. Pada 9 Agustus 1975, ia pun dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keppres No. 063/TK/TH 1975. Tak hanya itu, namanya kini diabadikan sebagai nama bandar udara di Bali.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini