Share

Bentrok Sorong, Kapolda Papua Barat Beberkan Peranan 11 Orang Tersangka

Antara, · Sabtu 29 Januari 2022 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 337 2539741 bentrok-sorong-kapolda-papua-barat-beberkan-peranan-11-orang-tersangka-C1v5Bu9vdx.jpg Para tersangka bentrokan di Sorong (foto: dok Antara)

SORONG - Kepolisian Resor Sorong Kota kembali menangkap sembilan orang pelaku terkait bentrok berdarah, dan pembakaran karaoke Doubel O di Kota Sorong, Papua Barat, yang menewaskan 18 korban jiwa.

Sebelumnya, Polres Sorong Kota juga telah mengamankan dua pelaku pembacokan dalam bentrok tersebut sehingga total pelaku insiden berdarah tersebut menjadi 11 orang.

Kapolda Papua Barat, Irjen Tornagogo Sihombing membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 11 orang pelaku terkait bentrok berdarah yang memakan 18 korban jiwa di kota Sorong pada 25 Januari 2022.

BACA JUGA:Bentrok Berdarah di Sorong, Polisi Bakal Buka-bukaan Penanganan Kasus dan Identifikasi Jenazah Korban 

Dia mengatakan, bahwa 11 orang tersebut, dua orang pelaku melakukan pembacokan terhadap seorang korban hingga tewas dalam bentrok, sedangkan sembilan orang pelaku melakukan pembakaran karaoke Doubel O yang menewaskan 17 orang.

Menurut dia, seluruh pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Sorong Kota guna proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA:Mengharukan, Ini Isi Pesan Terakhir DJ Cleo kepada Keluarga saat Bentrokan di Sorong 

Kapolda menjelaskan, bahwa kebakaran karaoke Doubel O hingga menewaskan 17 korban jiwa tidak bersalah ini dilakukan oleh sembilan pelaku yang mempunyai peranan masing-masing.

Dari kesembilan pelaku pembakaran tersebut, salah satu pelaku berinisial FM menggunakan bahan bakar berupa bensin masuk ke dalam karaoke membakar sofa sehingga terjadinya kebakaran seluruh gedung.

Dia mengatakan, bahwa masih ada sekitar tujuh orang pelaku serta provokator bentrok berdarah tersebut yang sudah dikantongi identitasnya masih dalam pengejaran polisi.

Kapolda berharap semua pihak tidak melindungi para pelaku. Ia pun menyampaikan bahwa hukum positif segala-galanya atau panglima tertinggi dalam penyelesaian kasus bentrok hingga mengakibatkan 18 orang meninggal dunia tersebut.

Dia menambahkan, bahwa para pelaku terancam pasal berlapis dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman hukumannya 20 tahun bahkan seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini