Share

Aksi Heroik Gajah Mada Selamatkan Raja Majapahit yang Hendak Dibunuh saat Tidur Pulas

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 29 Januari 2022 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 337 2539606 aksi-heroik-gajah-mada-selamatkan-raja-majapahit-yang-hendak-dibunuh-saat-tidur-pulas-0JEUbXcYLH.jpeg Gajah Mada. (Foto: Istimewa)

RAJA Jayanagara dikisahkan tewas terbunuh oleh dokter istana Majapahit, Ra Tanca. Tapi jauh sebelum usaha tu telah dilakukan upaya pembunuhan kepada sang raja Majapahit yang merupakan anak dari Raden Wijaya.

Pasalnya selama memerintah Majapahit, Jayanagara dikenal sebagai raja yang sewenang-wenang dan congkak. Hal ini membuat beberapa pejabat istana, termasuk Dharmaputra bentukan Raden Wijaya kerap berbeda pendapat. 

Maka tak heran bila sosok Ra Kuti, yang merupakan ahli militer dan menjadi bagian dari pejabat Dharmaputra, mencoba melakukan perlawanan kepada sang raja. Pemberontakan pun digagas pejabat penting istana Dharmaputra yakni Ra Kuti.

Sejumlah peperangan di masa Raden Wijaya berhasil dimenangkan karena strategi dan nasehat dari Ra Kuti. Maka tak heran ketika Jayanagara memerintah dengan sangat sewenang-wenang membuat ia tak bisa tinggal diam. Apalagi sepeninggal Mahapatih Majapahit Nambi dan Ra Semi akibat fitnah Dyah Halayudha. 

Dikisahkan pada buku "Sandyakala di Timur Jawa  1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" tulisan Prasetya Ramadhan, Ra Kuti membentuk barisan bawah tanah guna membunuh sang raja. Ia memobilisasi rakyat dan prajurit yang kecewa dengan kezaliman Jayanagara dan mempengaruhi mereka untuk memberontak. 

Baca juga: Gajah Mada dan Siasatnya yang Gagal Membunuh Raja Malaka

Bahkan Ra Kuti menawarkan balas jasa berupa penghargaan dan pangkat bila nantinya berhasil menjadi raja. Setelah merasa kuat dan sudah waktunya, Ra Kuti dan pasukannya melakukan gerakan menyerbu istana. Pemberontakan Ra Kuti terjadi pada 1241 saka atau 1319 Masehi. Pada penyerangan ke istana, senopati perang yang sedang tidur pulas banyak yang menjadi korban keganasan pedang Ra Kuti dan komplotannya. 

Namun niat Ra Kuti membunuh Jayanagara tidak terlaksana. Raja yang sedang tidur pulas ternyata gagal dibunuh. Aksi kesigapan pasukan Bhayangkara yang mengawalnya, menjadikan Jayanagara dibawa lari sambil mengungsi oleh seorang Bekel Bhayangkara bernama Gajah Mada. 

Kala itu Gajah Mada menjadi komandan pasukan khusus Bhayangkara yang terdiri dari 15 prajurit pengawal khusus raja yang masih setia. Pasukan Bhayangkara ini bukanlah pasukan sembarangan, mereka merupakan penjaga keamanan raja yang terdiri dari orang-orang sakti dan setia yang dipilih. 

Para pengiring raja yang terdiri dari pengawal dan pelayan tersebut kemudian disebut pengalasan. Konon selama dalam pelarian di Desa Bedander itulah Gajah Mada terpaksa membunuh seorang abdi pangalasan yang juga anggota pasukan Bhayangkara yang minta izin paksa untuk pulang ke kotaraja Majapahit.

Gajah Mada yang tak mengizinkannya, tetap dipaksanya untuk bisa meninggalkan Bedander. Alhasil Gajah Mada yang melihat gelagat aneh, terpaksa membunuh pasukannya dengan menusukkan kerisnya. Tindakan yang diambil Gajah Mada jelas agar tidak ada yang tahu ke mana Raja Majapahit ini mengungsi.

Ia khawatir jika tempat pengungsian raja sampai bocor, Ra Kuti akan memerintahkan pasukannya untuk mengejar dan membunuh raja. Jika hal itu terjadi maka kekuatan pasukan Bhayangkara yang mengawal raja kalah jumlah.

Gajah Mada pun akhirnya meninggalkan Bedander untuk secara diam-diam ke kotaraja atas izin raja. Ia mencoba memantau kondisi keamanan di Majapahit dan mencari tahu perihal Ra Kuti. 

Saat bertemu dengan pejabat istana dan ditanya keberadaan Jayanagara, Gajah Mada hanya berbohong dan menjawab bahwa sang raja telah mati terbunuh oleh suruhan Ra Kuti. Maka Gajah Mada balik bertanya apakah bersedia dipimpin oleh Ra Kuti, mayoritas pejabat dan beberapa rakyat, tak menghendakinya. 

Ada sisi menarik di mana dari enam anggota Dharmaputra yang masih hidup, satu orang tidak ikut pemberontakan yang digagas Ra Kuti, dialah Ra Tanca. Amat dimaklumi karena Ra Tanca merupakan seorang tabib, yang tak minat dengan urusan politik. Lagi pula ia seorang yang lembut dan tak pandai silat.

Tetapi sosok Tanca ini yang akhirnya berhasil membunuh Jayanagara. Tetapi perihal siapa yang sebenarnya menjadi dalang pembunuhan Jayanagara hal itu masih misterius. Apakah Ra Tanca yang memiliki inisiatif untuk melakukan pembunuhan atau ada yang memerintahkannya. Tetapi beberapa versi justru menyebut sosok Gajah Mada yang sebenarnya ada di balik kematian sang raja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini