Share

Geledah Sejumlah Lokasi di Langkat, KPK Sita Sejumlah Dokumen

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 28 Januari 2022 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 337 2539544 geledah-sejumlah-lokasi-di-langkat-kpk-sita-sejumlah-dokumen-NHUydRKirt.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut penyidik menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan di perusahaan hingga kantor Bupati Langkat. (Foto : Ist)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis, 27 Januari 2022. Penggeledahan tersebut untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan suap terkait kegiatan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sampai 2022 di Langkat.

Sejumlah lokasi yang digeledah yakni Kantor hingga Perusahaan yang diduga milik Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Tak hanya itu, penyidik menggeledah rumah pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan perkara suap Terbit Rencana Perangin Angin (TRP)

"Tim penyidik telah menyelesaikan penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Langkat, Sumut. Lokasi dimaksud, diantaranya Kantor Bupati Langkat dan perusahaan yang diduga milik tersangka TRP serta rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (28/1/2022).

Ali membeberkan, penyidik sempat mengundang sejumlah kepala dinas saat menggeledah Kantor Bupati Langkat. Dari para kepala dinas Pemkab Langkat, penyidik berhasil mengantongi sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara suap Terbit Rencana Perangin Angin.

"Di kantor Bupati, tim penyidik mengundang beberapa kepala xinas da kemudian KPK menerima berbagai dokumen terkait proyek di Kabupaten Langkat," tuturnya.

Penyidik juga menemukan dan mengamankan sejumlah dokumen saat menggeledah rumah pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara ini serta perusahaan diduga milik Terbit Rencana Perangin Angin. Dokumen itu diduga berkaitan dengan kasus suap Terbit Rencana.

"Bukti-bukti ini akan ditindaklanjuti oleh tim penyidik dengan analisa dan penyitaan untuk terus melengkapi berkas perkara penyidikan tersangka TRP dkk," tuturnya.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menggeledah rumah pribadi Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. KPK mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah serta dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara ini dari rumah pribadi Bupati Langkat. Tak hanya itu, KPK juga menemukan adanya satwa yang dilindungi di rumah tersebut.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat. Ke enam tersangka tersebut yakni, Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin; Kepala Desa Balai Kasih sekaligus Kakak Kandung Terbit Rencana, Iskandar PA.

Selanjutnya, tiga kontraktor yang bertugas menjadi perantara suap yaitu, Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra. Kemudian, kontraktor Muara Perangin Angin. Muara Perangin Angin ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Sedangkan lima tersangka lainnya, merupakan pihak penerima suap.

Dalam perkara ini, Muara diduga telah menyuap Terbit Rencana untuk mendapatkan dua proyek di Kabupaten Langkat. Muara menyuap Terbit Rencana melalui Iskandar PA; Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra. Adapun, fee yang telah diserahkan Muara untuk Terbit yakni sebesar Rp786 juta.

Belakangan, ramai juga diperbincangkan adanya temuan kerangkeng di rumah Bupati Langkat. Diduga, kerangkeng itu untuk memenjarakan para pekerja kebun kelapa sawit milik Terbit Rencana Perangin Angin. Bupati Langkat diduga telah melakukan perbudakan modern terhadap para pekerja sawit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini