Share

Cerita Putra Sunan Gunung Jati yang Jadi Raja Pertama Banten

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 29 Januari 2022 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 337 2539446 cerita-putra-sunan-gunung-jati-yang-jadi-raja-pertama-banten-BPDs7DbEhq.jpg Raja Banten pertama Maulana Hasanuddin (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA - Raja Banten pertama dijabat oleh anak Wali Songo, Sunan Gunung Jati yakni Maulana Hasanuddin. Dia dikenal dengan nama lain Sulthanul-Auliya' Wal Arifin Asy-Syaikh Sultan Syarif Maulana Hasanuddin Al-Azhamatkhan Al-Husaini Al-Bantani.

Dikutip iNews.id, dia merupakan putra dari salah satu Wali Songo yaitu Asy-Syaikh Maulana Sultan Syarif Hidayatullah Al-Azhamatkhan Al-Husaini Al-Cirbuni Shahib Jabal Jati atau lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Pendiri Kesultanan Banten ini dinobatkan menjadi raja pada 1525 M dengan gelar Pangeran Sabakingkin atau Seda Kingkin yang bertakhta di Banten dalam rentang waktu 1525-1570 M.

Kesultanan Banten yakni sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di Tatar Pasundan, Provinsi Banten, Indonesia. Berawal sekitar 1526, ketika Kesultanan Cirebon dan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa dengan menaklukkan beberapa kawasan pelabuhan lalu menjadikannya sebagai kawasan perdagangan.

Baca juga: Kisah Maulana Hasanuddin Sebarkan Islam di Tanah Banten

Rakyat Banten lebih senang menyebutnya dengan julukan Pangeran Sabakingkin yang artinya rindu dengan kebijaksanaan saat Maulana berkuasa. Di masa kekuasaannya, Kota Banten Lama meliputi area seluas 1.200.000 m2. Pangeran Sabakingkin juga membangun menara penjagaan di utara dekat pantai yang terbuat dari kayu dan dilengkapi persenjataan meriam. Maulana  juga membangun keraton dan Benteng Surosowoan serta Masjid Agung Banten.

Baca juga: Jenderal Dudung Abdurachman Keturunan Sunan Gunung Jati, Konon Ini 6 Kesaktian Syarif Hidayatullah

Raja Maulana mangkat pada 1570 dan dimakamkan di Halaman Masjid Agung Banten di sebelah utara. Setelah wafat, Maulana  digantikan puteranya Maulana Yusuf, Panembahan Pekalangan Gede.

Berdasarkan sejarah Banten dalam 'Banten dalam Perjalanan Jurnalistik'' karya Lukman Hakim, awalnya berdiri Kerajaan Banten di Banten Girang. Kerajaan ini berdiri sebelum Hasanuddin dinobatkan menjadi raja Banten yang pertama.

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah bersama anaknya Hasanuddin kemudian memimpin pasukan Demak pada awal abad XVI menaklukkan Kerajaan Banten. Selama masa kepemimpinan dua tokoh karismatik tersebut, kerajaan menjadi makmur dengan menghasilkan lada yang menjadi sumber perdagangan di masa tersebut. Pada awal masa kekuasaan Maulana Hasanuddin, pusat pemerintahan Kesultanan Banten berada di Banten Girang. Kala itu, transportasi utama dilakukan melalui Sungai Cibanten sepanjang 13 km dari Teluk Banten.

Dalam catatan sejarah, transportasi yang menghubungkan pelabuhan dengan Banten Girang yakni melalui Sungai Cibanten dan jalan darat terdapat di kedua sisi sungai tersebut.

Sebelumnya, ketika masih menjadi bagian kekuasaan Pajajaran dengan pusat pemerintahan di Banten Girang, Banten belum dikenal luas di kalangan pedagang. Setelah Sunan Gunung Jati dan Maulana Hasanuddin menaklukkan daerah tersebut, ditetapkanlah Surosowan sebagai Ibu Kota Kerajaan Islam Banten dengan raja pertamanya Maulana Hasanuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini