Share

Cerita Permaisuri Majapahit Minta Dewi Kian Diusir dari Keputren Kerajaan

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Sabtu 29 Januari 2022 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 337 2539388 cerita-permaisuri-majapahit-minta-dewi-kian-diusir-dari-keputren-kerajaan-wJ4G0BFsN4.jpg Ilustrasi kerajaan Majapahit (Foto : Istimewa)

NAMA Putri Cempa tak bisa dilupakan dalam sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa. Istri Raja Majapahit Prabu Brawijaya V ini merupakan bibi dari Sunan Ampel dan ibu dari Raden Fatah, Sultan Demak pertama.

Ratu Dewi Dwarawati adalah nama populernya. Sebagai satu-satunya permaisuri di kerajaan tentunya segala cara akan dilakukan untuk mempertahankan posisi nya agar tidak digantikan oleh istri selir yang lain dari Prabu Brawijaya V sang Raja Majapahit.

Mengutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, pernikahan Prabu Brawijaya V dengan Dewi Kian ternyata menciptakan pikiran-pikiran Ratu Dwarawati jadi tak tenang. Namun setelah mendengar penjelasan dari Prabu Brawijaya V bahwa kelak anak dari Dewi Kian belum tentu dijadikan sebagai putra mahkota perlahan membuat Ratu Dwarawati lega.

Tetapi bagaimanapun, tentu Ratu Dewi Dwarawati merasa tersaingi kedudukannya sebagai permaisuri apalagi Dewi Kian juga berada di kaputren Majapahit. Dengan Dewi Kian berada di kaputren Majapahit, jelas hal itu berbeda dengan para istri selir Prabu Brawijaya V lainnya yang tinggal di luar istana Majapahit.

"Baiklah Kanda Prabu," kata Ratu Dwarawati selanjutnya, "kalau Kanda Prabu benar benar menetapkan saya sebagai permaisuri Paduka, maka dia (Dewi Kian) tidak ada alasan lagi tinggal di kaputren istana Majapahit."

"Kanda Prabu, yang namanya istri selir, maka dia harus berada di luar istana Majapahit! Tidak ada ceritanya seorang istri selir bertempat tinggal di kaputren istana mana pun!" kata Dewi Dwarawati tegas.

Suasana pun kian menghening pertanda Prabu Brawijaya V sedang berpikir.

"Tapi Dinda Ratu," Prabu Brawijaya V terus merayu, "Dinda Ratu mengetahui keadaan Dewi Kian sekarang ini sedang hamil muda; lantas harus bertempat di mana dia? Apakah Dinda Ratu tidak berbelas kasihan kepada dia?"

Mendengar penjelasan itu, Ratu Dwarawati kembali mempertanyakan sikap prioritas dari Prabu Brawijaya V terhadap dirinya.

"Jadi Kanda Prabu lebih memikirkan dia (Dewi Kian) daripada saya?" ujar Dewi Dwarawati tak mau kalah.

Sebenarnya, Ratu Dewi Dwarawati bukannya tidak berperasaan kepada Dewi Kian yang sedang 'berbadan dua', tetapi bagaimanapun ia harus mengamankan posisinya sebagai permaisuri Baginda Raja. Apalagi, Dewi Kian nampak antusias hendak merebut status atau kedudukan sebagai permaisuri Prabu Brawijaya V.

Hal itu terbukti, misalnya, Dewi Kian diduga telah menyiarkan kegembiraannya kepada orang-orang di lingkungan istana Majapahit bahwa putranya kelak bakal diangkat menjadi calon Raja pengganti Prabu Brawijaya V.

Padahal, sebelumnya tidak ada pengumuman resmi dari Prabu Brawijaya V bahwa kelak putra Dewi Kian akan dijadikan sebagai putra mahkota' Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini