Share

KPK Periksa Istri Alex Noerdin Terkait Kasus Suap Anaknya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 28 Januari 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 337 2539248 kpk-periksa-istri-alex-noerdin-terkait-kasus-suap-anaknya-8DH4G1u8SO.jpg Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan penyidik memanggil istri eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin. (Foto : Ist)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Sri Eliza, yang merupakan istri mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin. Sri Eliza bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat anaknya, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA).

"Hari ini, pemeriksaan saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021, untuk tersangka DRA. Pemeriksaan dilakukan di Satbrimobda Sumatera Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (28/1/2022).

Selain itu, penyidik memanggil enam saksi lainnya. Keenam saksi itu adalah Direktur Utama PT Gajah Mada Sarana, Herry Zaman; Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Musi Banyuasin, Irfan; Komisaris PT Perdana Abadi Perkasa, Sandi Swardi; Manager SDM PT Gajah Mada Sarana, Akbar Ramadhan; serta dua pihak swasta, M Nopriansyah dan Ahmad Sadad.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan Bupati nonaktif Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan proyek infrastruktur di daerahnya. Putra kandung mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin tersebut ditetapkan bersama tiga orang lainnya.

Ketiga orang tersebut adalah Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM); Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU); serta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH).

Dodi Reza, Herman, dan Eddi ditetapkan sebagai penerima suap. Sementara Suhandy ditetapkan sebagai pemberi suap.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dodi Reza diduga telah menerima sejumlah uang suap dari Suhandy melalui Herman Mayori dan Eddi Umari, terkait empat paket pekerjaan infrastruktur di Musi Banyuasin. Komitmen fee yang dijanjikan Suhandy untuk Dodi Reza terkait empat proyek tersebut sebesar Rp2,6 miliar.

Suhandy diduga baru menyerahkan uang Rp270 juta sebagai realisasi komitmen fee untuk Dodi Reza kepada Herman Mayori dan Eddi Umari. Namun, uang itu belum sempat diserahkan Herman Mayori dan Eddi Umari kepada Dodi Reza karena keburu ditangkap oleh tim KPK. Uang Rp270 juta itu, merupakan realisasi awal dari komitmen fee sebesar Rp2,6 miliar.

Sementara itu, KPK masih menelusuri asal-usul uang Rp1,5 miliar yang juga turut diamankan saat menangkap Dodi Reza Alex Noerdin dan ajudannya di Jakarta. Uang Rp1,5 miliar itu diduga juga hasil tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatan dan wewenang Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Bupati Musi Banyuasin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini