Share

Eks Direktur WHO: Varian Omicron Terbanyak di Dunia dalam Sebulan Terakhir

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 28 Januari 2022 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 337 2539132 eks-direktur-who-varian-omicron-terbanyak-di-dunia-dalam-sebulan-terakhir-i2DlxC8IUl.jpg Tjandra Yoga Aditama (Foto: istimewa)

JAKARTA - Varian Omicron saat ini semakin mendominasi dunia. Mantan Direktur World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan saat ini 89,1% varian Omicron paling banyak selama sebulan terakhir.

Tjandra mengatakan hal ini sesuai hasil sekuen dari 372.680 sampel yang dilaporkan ke database Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID) bahwa 89,1% adalah varian Omicron.

“Dari data sampai 25 Januari 2022 menunjukkan bahwa dari 372.680 sampel sekuen yang dimasukkan ke GISAID dari berbagai negara di dunia berdasar spesimen yang dikumpulkan dalam 30 hari terakhir, maka 332.155 atau 89,1% adalah Omicron, jadi memang paling banyak dari yang dimasukkan ke GISAID,” ungkap Tjandra dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/1/2022).

Sementara itu, varian Delta yang sempat mendominasi dan membuat gelombang Covid-19 di sejumlah negara bahkan rumah sakit banyak yang kolaps akibat varian ini saat ini hanya tercatat sebanyak 10,7% dari sampel.

Baca juga: DKI Jakarta Berpotensi Naik PPKM Level 3, Ini Kata Jubir Luhut

“Lalu disusul varian Delta, 39.804 sampel sekuen 10,7%. Kemudian, varian Gana 28 kurang dari 0.1%, selanjutnya varian Alfa 4 atau kurang dari 0.1%,” kata Tjandra.

Tjandra juga mengungkapkan bahwa varian of interest (VoI) yakni Mu dan Lambda juga kurang dari 0.1% dari hasil sekuen. “Varian lain yaitu Mu dan Lambda yang tergolong dalam VoI sebanyak 2 sekuen kurang dari 0.1%,” katanya.

Baca juga: Strategi Pemerintah Hadapi Omicron Berbeda saat Tanggulangi Delta, Ini Alasannya

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini