Share

Gempa M5,3 Guncang Pangandaran, Ini Analisis BMKG

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 28 Januari 2022 07:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 337 2539068 gempa-m5-3-guncang-pangandaran-ini-analisis-bmkg-85jetMkENC.jpg BMKG (Foto: istimewa)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik pada Kamis, 27 Januari 2022 pukul 23.03.06 WIB.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengungkapkan bahwa dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,81° LS ; 108,09° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 km arah Selatan Kota Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 42 km.

Bambang mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun mendatar (oblique normal),” kata Bambang dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Gempa M5,3 Pangandaran Terasa di Sejumlah Wilayah: Kebumen hingga Garut

Sementara itu, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Pangandaran, Cilacap dan Kebumen dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Kemudian Tasikmalaya, Banjar dan Ciamis dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Selain itu di Garut dan Periangan dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Baca juga: Gempa M5,3 Pangandaran Terasa di Sejumlah Wilayah: Kebumen hingga Garut

Bambang memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

BMKG pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” papar Bambang.

Baca juga: Gempa M5,3 Pangandaran, BMKG: Hati-Hati Gempa Susulan!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini