Share

Kasus Covid-19 Melonjak, Perkantoran Nonesensial Diminta Kembali Terapkan WFH

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 27 Januari 2022 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538958 kasus-covid-19-melonjak-perkantoran-nonesensial-diminta-kembali-terapkan-wfh-oszOd2PLhk.jpeg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Dok BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta perkantoran nonesensial untuk mempertimbangkan penerapan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal tersebut imbas melonjaknya kasus Covid-19 dalam beberapa hari ini belakangan.

Pada hari ini, kasus harian Covid-19 bahkan mencapai 8.077 kasus.

“Mohon kepada perkantoran non esensial dapat mempertimbangkan untuk menerapkan WFH kembali sebagai bentuk antisipasi terus meningkatnya kasus Covid-19,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (27/1/2022).

Ia juga meminta masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ia berpesan kepada masyarakat tidak mendatangi tempat-tempat kerumunan.

“Pada masyarakat penggunaan masker yang benar. Pergi ke tempat kerumunan menjadi hal-hal kecil yang penting untuk ditahan. Untuk tidak pergi ke kerumunan menjadi hal yang penting untuk membantu agar kasus segera turun,” ucapnya.

Baca Juga : RI Rawat 7.668 Pasien Covid-19, Menkes Ungkap Kapasitas Tempat Isolasi yang Tersedia

Wiku mengingatkan, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kekebalan yang ditimbulkan vaksin memang banyak berperan dalam mencegah keparahan gejala, perawatan di rumah sakit, hingga kematian.

“Saya ingin kembali menekankan bahwa covid-19 adalah nyata dan masih ada di sekitar kita. Selama status pandemi belum berubah menjadi endemi maka kita harus tetap waspada dan menerapkan proteksi penuh terhadap diri kita,” ujarnya.

“Covid-19 tidak pandang bulu dan bisa menginfeksi siapa saja. Terlebih resikonya menjadi lebih besar pada kesehatan yang bekerja langsung menangani pasien covid serta pekerja pada sektor esensial yang bekerja di institusi penanganan Covid-19. Pun juga bagi mereka yang akibat tuntutan situasi maupun profesi memiliki intensitas mobilitas dan interaksi yang tinggi,” tuturnya. (erh)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini