Share

Sultan Trenggono Pimpin Kerajaan Demak Lumpuhkan Kekuatan Majapahit hingga Usir Portugis

Jum'at 28 Januari 2022 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538948 sultan-trenggono-pimpin-kerajaan-demak-lumpuhkan-kekuatan-majapahit-hingga-usir-portugis-y0HwvbwqXp.jpg Di bawah kepimpinan Sultan Trenggono, Kerajaan Demak berhasil lumpuhkan kekuatan Majapahit dan mengusir Portugis. (Ist)

SULTAN Trenggono atau nama Trenggana alias Pate Rodim (keturunan putri vietnam) merupakan Raja Demak ke-3. Ia memerintah pada 1521-1546. Pada masa tersebut, Trenggono menjadi pemimpin negeri yang cukup besar.

Sultan Trenggono lahir pada sekitar 1483 sebagai putra dari Syekh Khaliqul Idrus, seorang ulama dari Parsi yang datang ke tanah Jawa dan menetap di Jepara pada sekitar 1400.

Ibunya adalah putri seorang ulama dari Gujarat yang lebih dulu datang ke tanah Jawa. Sultan Trenggono berhak atas takhta Demak karena Pati Unus meninggal tanpa keturunan.

Sultan Trengggono merupakan adik Pati Unus, menantu R Fatah yang menjadi Raja Demak ke-2. Demak sendiri negeri yang besar dengan kotanya yang memiliki 8.000 hingga 10.000 rumah.

Ayah Trenggono adalah kesatria yang bijak dalam mengambil keputusan, sementara kakeknya berasal dari Gresik. Sebagian sumber menyebutkan, kakek Pate Rodim adalah budak dari penguasa Demak sebelumnya. Sementara sebagian sumber lainnya menyebut Kakek Pate Rodim seorang pedagang.

Pate Rodim memiliki hubungan erat dengan para penguasa lainnya. Itu karena semua putri dari ayahnya dan kakeknya menikah dengan pate-pate di Jawa. Pate Rodim bahkan telah menaklukkan Palembang, Jambi, Kepulauan Monomby, dan banyak pulau lainnya.

Baca Juga : Penerus Kerajaan Demak Tewas Ditikam Usai Salat Jumat

Sebagai penguasa, Pate Rodim memiliki banyak prajurit, sekitar 30.000 di Jawa dan 10.000 di Palembang. Ia terus-menerus berperang melawan Guste Pate dan Pate Tuban. Ia telah kehilangan banyak orang akibat perang, kemiskinan, sehingga harus memohon perlindungan dari Malaka.

Pada zaman Sultan Trenggono, Demak mencapai puncak kejayaannya. Hampir seluruh Pulau Jawa menjadi wilayah kekuasannya. Belum lagi kerajaan-kerajaan di luar Jawa, seperti Madura, Sumatera, dan Kalimantan.

Pencapaian Demak pada masa pemerintahan Sultan Trenggono pun sangat banyak. Itu termasuk mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada 1527.

Sebelum Sultan Trenggono naik takhta, sebenarnya terjadi persaingan ketat antara dirinya dan kakak tirinya Raden Kikin. Saat itu Raden Kikin digadang-gadang akan menggantikan Pati Unus yang telah wafat. Itu karena ia merupakan anak yang lebih tua dari Trenggono.

Persaingan antar keluarga sama-sama anak Raden Patah itu kemudian memuncak setelah Raden Trenggono menolak Raden Kikin sebagai Sultan Demak selanjutnya. Sebab menurutnya, dialah yang pantas menggantikan kakaknya menjadi Sultan karena ia terlahir dari permaisuri utama.

Ketegangan antara sesama anak-anak Raden Patah itu kemudian menemui puncaknya, Raden Kikin dibunuh oleh anak Raden Trenggono yaitu Raden Mukmin (Sunan Perwata). Pembunuhan itu dilakukan di tepi sungai, sehingga selepas peristiwa itu Raden Kikin kemudian disebut sebagai Pangeran Sekar Seda Ing Lapen maksudnya Pangeran yang gugur sebagai Bunga di Sungai.

Penyebar Islam di Jawa Tengah

Sultan Trenggono di samping menaklukkan wilayah juga menjadikan Demak sebagai pusat penyebaran Islam di Jawa Tengah. Sultan Trenggono dikenal sebagai menjadi pemimpin yang pandai, baik dan berbudi luhur.

Selama memerintah, dikenal tegas dan ketat dalam menegakkan hukum yang ada. Sultan Trenggono juga memerintahkan rakyatnya untuk mematuhi perintah-perintah ajaran agama Islam juga aturan-aturan dalam Jaya Langkara. Jaya Langkara yaitu sebuah karya tentang prinsip hukum dan aturan Islam.

Semasa dipimpin Sultan Trenggono, Islam telah berhasil ditanamkan dengan kuat di Pulau Jawa. Masjid-masjid dibangun dan perjanjian membangun kerukunan dan perdamaian berhasil dibuat dengan Raja Kalimantan, Bali, Palembang, Singapura, Indragiri, dan lainnya Sultan Trenggono wafat 1546 M saat memimpin ekspedisi militer untuk menundukkan Panarukan Jawa Timur yang tidak mau mengakui kekuasaan Kasultanan Demak. Makam Sultan Trenggono berada di kompleks Masjid Demak, di cungkup khusus bersama keluarga terdekat dan para pembantunya. Makam ini bersebelahan dengan Makam Sultan Fatah dan Raden Pati Unus.

Keluarga Sultan Trenggono

Semasa hidupnya, Sultan Trenggono dikisahkan memiliki dua orang Permaisuri, yaitu Putri Nyai Ageng Malaka dan Putri Sunan Kalijaga.

Dari kedua kedua istrinya Sultan Trenggono memperoleh sembilan orang anak yaitu Ratu Mas Pembayun, Raden Mukmin (Panembahan Prawata), Ratu Mas Pamantingan, Ratu Mas Kalinyamat, Ratu Mas Arya Ing Surabaya, Ratu Mas Katamban, Ratu Mas Cempaka (istri Hadiwijaya Sultan Pajang=Jaka Tingkir), Panambahan Mas Ing Madiun, Ratu Mas Sekar Kedaton.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini