Share

OTT Bupati Langkat, Penyidik KPK Maraton Geledah Sejumlah Lokasi

Erwin Syah Putra Nasution, iNews · Kamis 27 Januari 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538930 ott-bupati-langkat-penyidik-kpk-maraton-geledah-sejumlah-lokasi-hnlomktkjh.jpg Personel Brimob bantu penyidik KPK geledah rumah Bupati Langkat Terbit Rencana (Foto : iNews)

LANGKAT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman dan penggeledahan terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

Penggeledahan dilakukan penyidik KPK, mulai dari rumah pribadi Sang Bupati, perusahaan kelapa sawit, hingga Kantor Bupati Langkat.

Diketahui, OTT dilakukan penyidik KPK terhadap orang kepercayaan Bupati Langkat nonaktif pada 19 Januari 2022 di salah satu kafe di Kota Binjai, hingga menyeret Terbit Rencana beserta salah seorang anggota keluarganya.

Sebelumnya, pada 25 Januari 2022, penyidik KPK bersama anggota polisi dengan bersenjata lengkap terlihat melakukan penggeledahan kediaman rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif yang berada di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Lalu, pada 26 Januari 2022, penyidik kpk bersama anggota Brimob Poldasu juga terlihat melakukan penggeledahan di pabrik kelapa sawit milik Terbit yang berada tak jauh dari kediaman rumah pribadinya.

Kemudian har ini, Kamis (27/1/2022) sejak pagi tadi, penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di kantor Bupati Langkat yang berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kedatangan tim penyidik KPK menggunakan 7 mobil dikawal oleh personel brimob Polda Sumatera Utara. Tim penyidik langsung masuk ke Kantor Bupati Langkat menuju ke ruang bupati yang ada di lantai dua.

Setelah berlangsung beberapa jam, dari pukul 09.00 WIB, terlihat tim penyidik bersama anggota brimob meninggal kantor bupati langkat sekitar pukul 13.00 WIB, siang tadi.

Belum ada keterangan resmi terkait penggeledahan tersebut, termasuk dari pihak Pemerintah Kabupaten Langkat.

Sementara itu, kuasa hukum Terbit, Muhendra Roza, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi resmi terkait penggeledahan yang dilakukan di sejumlah lokasi yang di lakukan penyidik KPK.

Tim pengacara juga menyayangkan terkait sikap penyidik KPK yang tidak memberikan akses kepada mereka selaku kuasa hukum. Pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah hukum untuk kliennya.

"Kami akan menyiapkan langkah hukum untuk klien kami," ujar Muhendra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini