Share

Pembuktian Pelanggaran HAM Berat Macet, Mahfud : Komnas HAM-Kejagung Sering Tak Sinkron

Riezky Maulana, iNews · Kamis 27 Januari 2022 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538713 pembuktian-pelanggaran-ham-berat-macet-mahfud-komnas-ham-kejagung-sering-tak-sinkron-VgyfZ3ObNE.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengakui sampai saat ini masih terdapat kendala antara Komnas HAM dengan Kejagung terkait penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat. Kendala itu adalah soal pengumpulan alat bukti yang tidak sinkron antar kedua lembaga.

"Sekarang ini ada problem problem di lapangan karena bukti-bukti dan cara pembuktian antara yang dilakukan oleh Komnas HAM dan Kejagung sampai sekarang masih sering tidak sinkron," ucap Mahfud dalam webinar, Kamis (27/1/2022).

Akhirnya, penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM akan mandek ketika telah dilimpahkan ke Kejagung. Itu karena Kejagung menganggap apa yang dikumpulkan Komnas HAM masih kurang alat bukti.

"Apa yang dilakukan oleh Komnas HAM, ini hasil penyelidikan sudah cukup penyelidikan, Kejagung tinggal sidik. Tapi, Kejagung mengatakan ini tidak memenuhi standar pembuktian. Dua alat bukti cukup yang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, di situ sering macet," tuturnya.


Baca Juga : Kasus Proyek Satelit Kemhan, Mahfud Singgung Adanya Pembayaran Rp515 Miliar ke Avanti

Namun, Mahfud melanjutkan, pemerintah tetap mencarikan jalan keluar untuk kedua lembaga agar masalah yang dialami bisa terselesaikan.

Ia menyampaikan, saat ini telah ada 1 surat perintah penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan Kejagung dalam kasus pelanggaran HAM berat. Sprindik itu untuk kasus Paniai Berdarah yang terjadi pada 8 Desember 2014.

"Sprindik itu ada 1 yang sekarang dari laporan Komnas HAM yang dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat yaitu peristiwa Paniai pada 2014. Ini yang oleh Kejaksaan Agung mungkin ada peluang untuk segera dibawa ke pengadilan HAM. Kita tunggu langkah berikutnya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini