Share

KPK Periksa Rombongan Pejabat Pemkab Buru Selatan terkait Korupsi Proyek Pengadaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 27 Januari 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538607 kpk-periksa-rombongan-pejabat-pemkab-buru-selatan-terkait-korupsi-proyek-pengadaan-BDE4mj0xYz.jfif Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat pada Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan, hari ini. Rombongan pejabat daerah tersebut bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole tahun 2015.

"Hari ini (27/1/2022) pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan jalan dalam kota Namrole tahun 2015 di pemerintahan kabupaten Buru Selatan. Pemeriksaan dilakukan di Polres Pulau Buru," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (27/1/2022).

Baca juga:  Eks Bupati Buru Selatan Jadi Tersangka, Pimpinan KPK Prihatin Masih Ada Praktik Gratifikasi

Adapun, rombongan pejabat daerah Buru Selatan yang dipanggil KPK yakni, Kadis Lingkungan Hidup, Syukri Muhammad; Bendahara Dinas Kesehatan, Samna Detek; Sekretaris Dinas Kesehatan, Nema Solissa; Plt Sekdis Dinas Koperasi dan UKM, Rido Johanes Behuku; Kepala Bendahara Dinas Lingkungan Hidup, Merry Solissa.

Kemudian, Kabid Perhubungan Laut, Sungai, Danau dan Penyebrangan, Viktor TH Sigmalratu; Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Lingkungan Hidup, Nobita Soraya Lessy; Kasie Kefarmasian Alat Kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga Dinas Kesehatan, Harun Pattah; serta Kadis Kesehatan Buru Selatan, Ibrahim Banda.

Baca juga:  Korupsi di Kabupaten Buru Selatan, KPK Menahan 2 dari 3 Tersangka

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Bupati Buru Selatan dua periode, Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tagop ditetapkan sebagai tersangka KPK bersama dua orang lainnya. Keduanya yakni, orang kepercayaan Tagop, Johny Rynhard Kasman (JRK) dan pihak swasta, Ivana Kwelju (IK). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Buru Selatan.

Tagop diduga telah menerima fee sedikitnya sekira Rp10 miliar dari beberapa rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan barang dan jasa di Buru Selatan. Ia diduga menerima fee sebesar Rp10 miliar melalui Johny Rynhard. Uang sebesar Rp10 miliar itu, salah satunya berasal dari Ivana Kwelju.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan tim KPK, uang sebesar Rp10 miliar itu diduga telah dialihkan oleh Tagop ke sejumlah aset. Tagop diduga mencuci uangnya sejumlah Rp10 miliar dengan membeli aset atas nama orang lain. Hal itu dilakukan Tagop agar aset hasil korupsinya tidak diketahui KPK.

Atas perbuatannya, Ivana Kwelju sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Tagop dan Johny, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan atau 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini