Share

Kejagung Kumpulkan Data Buronan yang Ngumpet di Singapura

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 27 Januari 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538602 kejagung-kumpulkan-data-buronan-yang-ngumpet-di-singapura-DcuuZDa85p.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung bergerak mengumpulkan data-data Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron, setelah Indonesia-Singapura menandatangani perjanjian ekstradisi. Kejagung juga mengumpulkan data aset perkara yang disimpan di Singapura.

Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi (Uheksi) Jampidsus Kejagung, Andi Herman mengatakan, pihaknya tidak para buron yang berada di luar negeri, termasuk Singapura.

"Sedang kita kumpulkan buronan yang kemungkinan ditengarai ada di situ, ini sementara tim bekerja untuk melakukan inventarisasi buron-buron yang ada di luar negeri termasuk yang ditengarai sekarang ini apakah berada di Singapura," kata Andi di kantornya, Kamis (12/1/2022).

Baca juga: Usut Korupsi Satelit Kemenhan, Kejaksaan Periksa Eks Presdir PT DNK

Dia menjelaskan, saat ini Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) tengah melakukan koordinasi untuk mengetahui keberadaan para buron di luar negeri. Pasalnya, para buron ini kerap kali berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

"Ya ini masih diinventarisir karena kan updetnya itu kan ada moving, mobile ya, nanti kita coba mendapatkan informasi secara intelijen bahwa kemungkinan keberadaan di sana kita akan melakukan koordinasi," jelasnya.

Baca juga:  Kejagung: Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura Permudah Penanganan Buron DPO

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Meski demikian dia mengaku dengan perjanjian ekstradisi tersebut akan memberikan kemudahan dari melakukan penangkapan terhadap terpidana dan penyitaan aset. Dia menyebut beberapa aset kasus yang di simpan di Singapura.

"Kita tahu ada beberapa aset yang penanganan perkaranya diduga ada disimpan di Singapura. Tentu ini jadi bagian yang dikoordinasikan. Termasuk yang sudah kita koordinasikan di dalam penanganan perkara Asabri," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini