Share

Kerangkeng Manusia di Langkat, Menko PMK: Saya Tak Yakin Bupati Seburuk Itu

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 27 Januari 2022 06:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538419 kerangkeng-manusia-di-langkat-menko-pmk-saya-tak-yakin-bupati-seburuk-itu-QsH6QNYkfZ.jpg Kerangkeng Manusia di Langkat (Foto: Ist)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy tidak yakin Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin memiliki tabiat buruk terkait temuan kerangkeng manusia di rumahnya.

Muhadjir menuturkan, penampakan kerangkeng di rumah Bupati Langkat memang terkesan tidak manusiawi. Ia mengaku telah melihatnya dari media massa.

"Tetapi hanya dengan hal itu tidak lah cukup dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi semacam praktik perbudakan," ucap Muhadjir kepada MNC Portal, Kamis (27/1/2022).

Berdasarkan bukti awal, kerangkeng tersebut ternyata berfungsi sebagai tempat rehabilitasi pelaku narkotika. Karena itulah Muhadjir merasa tak yakin perbuatan Bupati Langkat itu ditujukan untuk perbudakan modern.

"Saya tidak yakin sebagai seorang bupati, yang bersangkutan punya tabiat seburuk itu. Apalagi bukti awal menunjukkan bahwa di tempat itu juga berfungsi sebagai tempat untuk menangani dan memulihkan para pecandu narkoba," tuturnya.

Muhadjir ingin publik memisahkan temuan kerangkeng tersebut dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang tengah menjerat Bupati Langkat nonaktif tersebut.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sebaiknya publik bisa memisahkan antara temuan tersebut dengan kasus tindak korupsi yang diduga dilakukan oleh Bupati Langkat. Selanjutnya berikan kesempatan pihak yang berwajib untuk melakukan penyelidikan," imbuh dia.

Sebagai informasi, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 18 Januari lalu. Dia sudah menyandang status tersangka terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di daerahnya.

Sejurus dengan itu ditemukan kerangkeng manusia di rumahnya. Temuan tersebut diungkapkan pertama kali oleh Migrant Care. Mereka menyebut telah terjadi perbudakan sejumlah orang. Selain dikerangkeng, sejumlah orang tersebut disebut dipekerjakan di ladang sawit sang bupati.

Sementara itu, pihak Bupati Langkat menyatakan bahwa dua buah kerangkeng yang ada di rumahnya adalah tempat rehabilitasi bagi pelaku narkoba. Namun belakangan aparat penegak hukum menyatakan bahwa tempat tersebut tidak berizin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini