Share

Polisi Kantongi Nama Pelaku Bentrokan Berdarah di Kota Sorong

Chanry Andrew S, iNews · Kamis 27 Januari 2022 05:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 337 2538407 polisi-kantongi-nama-pelaku-bentrokan-berdarah-di-kota-sorong-UeIbK4cmRC.jpg Massa membakar tempat karaoke di Kota Sorong (Foto: MNC Portal)

SORONG - Kepolisian belum menetapkan tersangka pelaku pembakaran Double O, salah satu klub malam di Kota Sorong, Papua Barat. Di mana, kejadian itu menewaskan 18 orang meninggal dunia karena terbakar akibat terjebak di lantai dua gedung dan dibacok saat bentrok kedua kelompok masyakarat, Senin 24 Januari 2022.

Namun, kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi terkait insiden berdarah tersebut. Menurut Juru Bicara Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, terkait insiden pembakaran klub malam Double O, sebanyak 20 orang yang telah diambil keterangan sebagai saksi.

"20 orang telah diambil keterangan terkait rangkaian kejadian kemarin, termasuk pengelola dan karyawan diskotek Double O. Dari hasil pemeriksaan pengelola dan karyawan diskotek itulah diperoleh hasil nama-nama panggung 17 korban yang terbakar. Dan satu korban yang meninggal akibat di Bacok saat pertikaian awal terjadi," katanya di Mapolresta Sorong Kota.

Baca Juga:  11 Orang Tewas di Room Karaoke, Ini Kronologi Bentrokan di Sorong

Diakui Adam, walaupun telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi, namun hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka pelaku pembakaran klub malam tersebut, karena pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terlebih dulu.

"Yang ditetapkan sebagai tersangka sampai sekarang belum ada, namun nama-nama pelaku sudah kita kantongi. Kita masih melengkapi bukti-bukti dulu, nanti akan kita rilis setelah lengkap. Yang jelas sekarang kita menciptakan situasi Kota Sorong kondusif dulu," tegasnya.

Baca Juga:  Bentrok Sorong, Puluhan Aparat Masih Berjaga-jaga di Lokasi Kejadian

Adam menambahkan, untuk penanganan pidana terhadap ratusan massa yang berada di lokasi kebakaran gedung klub malam Double O, pihaknya akan melihat perannya per orang sebagai apa dalam insiden tersebut.

"Nanti akan dilihat perannya per orang apa dalam peristiwa itu, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi. Peran mereka disitu apakah turut serta ataukah hanya masyarakat yang menonton, atau mereka juga ikut melakukan pembakaran atau provokator," pungkasnya.

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini