Share

Mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Diduga Terima Suap Rp10 Miliar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 337 2538293 mantan-bupati-buru-selatan-tagop-sudarsono-diduga-terima-suap-rp10-miliar-0zYarWRxDg.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) sebagai tersangka terkait kasus pengaturan proyek. Tagop diduga menerima suap sebesar Rp10 miliar.

Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni, orang kepercayaannya yakni Johny Rynhard Kasman (JRK) dan pihak swasta, Ivana Kwelju (IK).

Tagop Sudarsono menerima uang suap itu dari beberapa rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan barang dan jasa di Buru Selatan. Ia diduga menerima fee tersebut melalui Johny Rynhard. Uang itu, salah satunya berasal dari Ivana Kwelju.

"Diduga, nilai fee yang diterima oleh tersangka TSS sekitar sejumlah Rp10 miliar yang di antaranya diberikan oleh tersangka IK karena dipilih untuk mengerjakan salah satu proyek pekerjaan yang anggarannya bersumber dari dana DAK Tahun 2015," kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2022).

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan tim KPK, uang sebesar Rp10 miliar itu diduga telah dialihkan oleh Tagop ke sejumlah aset. Tagop diduga mencuci uangnya sejumlah Rp10 miliar dengan membeli aset atas nama ornag lain. Hal itu dilakukan agar asetnya tidak diketahui oleh KPK.

"Diduga tersangka TSS membeli sejumlah aset dengan menggunakan nama pihak-pihak lain dengan maksud untuk menyamarkan asal usul uang yang diterima dari para rekanan kontraktor," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Ivana Kwelju sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Tagop dan Johny, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini