Share

KPK Tidak Lagi Gunakan Istilah OTT, Tapi...

Felldy Utama, iNews · Rabu 26 Januari 2022 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 337 2538216 kpk-tidak-lagi-gunakan-istilah-ott-tapi-jWxRYKI4Yv.jpg Ketua KPK, Firli Bahuri (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menyampaikan bahwa lembaganya saat ini tidak lagi menggunakan istilah operasi tangkap tangan (OTT). Hal itu disampaikannya dalam rapat bersama Komisi III DPR, Rabu (26/1/2022).

"Dalam kesempatan ini perkenankan kami untuk menyampaikan tidak menggunakan lagi istilah operasi tangkap tangan. Tapi tangkap tangan," kata Firli dalam paparannya.

Baca juga:  Percepat Penyelesaian Perkara, KPK Tambah 61 Jaksa

Jenderal bintang tiga itu menyampaikan alasan yang menjadi landasan KPK tak menggunakan istilah tersebut. Hal itu karena telah disesuaikan dalam konsep hukum yang ada.

"Kenapa karena dalam konsep hukum yang dikenal adalah tertangkap tangan," ujarnya.

Baca juga:  KPK Kembalikan Kerugian Negara Rp416,9 Miliar Sepanjang 2021

Firli menjabarkan, KPK di eranya melakukan beberapa pendekatan sebelum melakukan tangkap tangan. Yaitu dimulai dengan upaya untuk melakukan pendidikan kepada masyarat. Kemudian, upaya pencegahan melalui monitoring center for prevention (MCP). Hal ini untuk melihat area rawan korupsi.

"Delapan area intervensi seketika angkanya rendah kita bisa yakini daerah tersebut rawan tindak pidana korupsi," tuturnya.

MCP untuk mencegah resiko korupsi dan mitigas korupsi. Firli menuturkan, yang tertangkap tangan adalah yang tingkat MCP-nya rendah.

"Itu betul bisa dibuktikan, yang tertangkap pastilah MCPnya rendah," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini