Share

Dengan Mata Tertutup, 58 Napi Narkoba 'Dibuang' ke Nusakambangan

Muhammad Farhan, MNC Portal · Rabu 26 Januari 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 337 2538063 dengan-mata-tertutup-58-napi-narkoba-dibuang-ke-nusakambangan-KYdkK10RHG.jpg Puluhan napi narkoba dipindah ke Lapas Nusakambangan (foto: dok Kemenkumham)

JAKARTA - Narapidana narkoba Banten yang berkisar 58 orang dipindahkan ke pulau Nusakambangan. 58 narapidana ini ditempatkan pada lembaga pemasyarakatan (lapas) Karanganyar berkategori High Risk.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Tejo Harwanto berujar proses pemindahan ini benar-benar dikawal ketat semenjak keberangkatan dari Banten oleh personil Polri. Tejo menambahkan selain Polri, personil Lapas juga dilibatkan untuk mengawal proses keseluruhan.

"Ke-58 Narapidana tersebut telah tiba di Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar pada Rabu pagi pukul 07.30 WIB dengan pengawalan ketat personel Lapas dan Polri," tegasnya melalui keterangan tertulis pada Rabu (26/1/2022).

Baca juga:  5 Napi Berisiko Tinggi Dipindah ke Lapas Nusakambangan, Salah Satunya Terpidana Mati

Tejo menyampaikan keterangannya kepada wartawan sembari hadir memantau langsung proses Pemindahan 58 Narapidana tersebut. Tejo yang didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Andi Taletting Langi, telah tiba di Pulau Nusakambangan sejak Rabu dini hari bahkan sebelum para Narapidana tiba.

Terkait alasan pemindahan, Tejo menambahkan bahwa penempatan keseluruhan Narapidana ke Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar didasarkan pada sistem dan mekanisme khusus. Sistem dan mekanimse yang dimaksud Tejo adalah yang berlaku serta pertimbangan by data masing-masing Narapidana.

"58 Narapidana ditempatkan di Lapas High Risk Karanganyar, hal ini didasarkan pada sistem dan mekanisme yang berlaku serta pertimbangan by data masing-masing Narapidana,” imbuhnya.

Baca juga:   2 Terpidana Mati Kasus Narkoba dari Jakarta Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Pemindahan 58 narapidana ini diketahui, menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Banten, yakni guna memberantas peredaran Narkoba serta upaya untuk meminimalisir adanya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas atau Rumah Tahanan (Rutan). Hal ini diperkuat oleh pernyataan Tejo yang memaparkan alasan pemilihan lapas kategori High Risk.

"Seperti yang diketahui, Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar diperuntukkan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan berisiko tinggi sehingga pengamanan yang dilakukan pun adalah pengamanan super maksimum, yakni One Man One Cell," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 58 Narapidana dari sejumlah Lembaga Pemasyarakatan di Banten dipindahkan ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Selasa (25/1/2022) malam.

Dari 58 Narapidana tersebut, 55 orang diantaranya merupakan Narapidana Kasus Narkoba sedangkan tiga orang lainnya adalah Narapidana kasus Pembunuhan dengan kategori High Risk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini