Share

Presiden Jokowi Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina di Bintan

Riezky Maulana, iNews · Selasa 25 Januari 2022 23:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 337 2537774 presiden-jokowi-lepas-ekspor-perdana-smelter-grade-alumina-di-bintan-qmBe1nJEUy.jpg Presiden Joko Widodo (Riezky M)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pelepasan ekspor perdana tahun 2022 smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Jokowi mengapresiasi perusahaan yang berani melakukan hilirisasi industri bahan mineral dan tambang.

"Saya terima kasih ada perusahaan-perusahaan seberani ini membangun dengan investasi tentu saja dengan risiko-risiko yang ada. Kita harapkan semua bahan mentah kita olah sendiri di Tanah Air," ujar Jokowi, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga:  Bertemu PM Singapura, Presiden Jokowi Ungkap Keprihatinan atas Situasi di Myanmar

Presiden kembali menekankan pentingnya hilirisasi industri dengan mulai menghentikan ekspor bahan mentah. Jokowi pun mendorong agar perusahaan-perusahaan dapat melakukan pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi sehingga meningkatkan nilai tambah dari produk itu.

"Ini harganya harga bahan mentah. Seperti tadi disampaikan oleh Pak Airlangga Hartarto, harusnya bisa 15 kali lipat hanya dijual 30 tadi. Padahal kalau menjadi barang jadi bisa 700. Ini enggak bisa diterus-teruskan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menceritakan kunjungannya ke Kabupaten Muara Enim dalam rangka peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk melakukan hilirisasi industri tersebut.

“Tadi kembali ke DME, dimetil eter, kita punya bahan baku banyak sekali, gede sekali, kita malah impor elpiji Rp80-an triliun setiap tahun. Terlalu nyaman kita ini, terlalu enak kita ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Jokowi Olahraga Bareng Menteri Sebelum Bertemu PM Singapura di Bintan

Hilirisasi industri, sambungnya, turut memberikan banyak keuntungan bagi negara. Antara lain, pajak baik pribadi maupun perusahaan hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Yang paling penting membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, bisa 7 ribu, kemarin di Konawe 27 ribu, di Morowali 45 ribu, ini yang dibutuhkan rakyat,” imbuhnya.

Dia menegaskan, pemerintah akan tetap menghentikan ekspor minerba dalam bentuk bahan mentah meskipun kebijakan tersebut mendapatkan protes dari berbagai negara melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Dengan risiko apapun satu persatu akan saya stop. Nikel ore stop ini kita digugat oleh WTO, silakan gugat. Nanti stop bauksit, stop, mesti ada yang gugat lagi silakan gugat enggak apa-apa kita hadapi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini