Share

Presiden Jokowi: Dengan Risiko Apapun Eskpor Bahan Mentah Akan Saya Stop!

Antara, · Selasa 25 Januari 2022 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 337 2537726 presiden-jokowi-dengan-risiko-apapun-eskpor-bahan-mentah-akan-saya-stop-uAO6rOEvzw.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terus menghentikan ekspor bahan mentah satu per satu dengan risiko apapun.

Hal tersebut dia katakan dalam sambutannya pada acara pelepasan ekspor perdana 2022 smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022).

"Dengan risiko apapun, satu per satu (ekspor bahan mentah) akan saya stop. (ekspor) bijih nikel stop, kita digugat WTO, silakan gugat. Nanti stop ekspor bauksit, stop, mesti ada gugatan, silakan gugat. Enggak apa-apa, kita hadapi," kata Jokowi.

Ia menegaskan bahwa jika tidak segera dihentikan, maka Indonesia akan menjadi negara pengekspor bahan mentah sejak zaman VOC.

"Kalau enggak, sejak zaman VOC sampai kapanpun, kita akan menjadi pengekspor bahan mentah, bahan mentah, enggak rampung-rampung. Pala, coklat semuanya. Rempah-rempah semuanya. Yang menikmati yang punya nilai tambah, yang menikmati yang punya industri," tegasnya.

Baca juga: Ekspor Bahan Mentah sejak Zaman VOC, Jokowi: Sudah Berapa Ratus Tahun?

Ia kembali menyampaikan yang paling penting dari hilirisasi industri adalah tidak lagi mengekspor bahan mentah. Indonesia harus mulai segera mengekspor barang-barang jadi atau setengah jadi.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Booster di Bintan, Jokowi Harap Warga Terhindar Omicron

"Kemarin saya baru saja dari Muara Enim, untuk meletakkan batu pertama pembangunan industuri DME, Dimetil eter, yang itu nanti dipakai untuk LPG. Ini juga sama, kita ekspor bahan mentah batu bara, mentahan terus, mentahan, mentahan, mentahan, padahal yang namanya batu bara itu bisa menjadi metanol, bisa menjadi DME," ujarnya.

Ia pun kembali menegaskan kepada semua pihak untuk mulai berhenti berpikir mengekspor bahan mentah.

"Ini yang dibutuhkan rakyat. Jangan sekali lagi berpikir ekspor bahan mentah, ekspor bahan raw material, ekspor nikel ore, nggak ada. Pola pikir kita harus kita ubah. Ini harus menjadi negara industri kalau kita mau maju. Karena nilai tambahnya ada di situ," katanya.

Baca juga: Flight Information Region Jakarta Lingkupi Seluruh Teritorial Indonesia, Termasuk Kepri dan Natuna

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini