Share

Terungkap! Kronologi Lengkap Kakek Renta Tewas Dikeroyok Usai Diteriaki Maling

Muhammad Farhan, MNC Portal · Selasa 25 Januari 2022 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 337 2537494 terungkap-kronologi-lengkap-kakek-renta-tewas-dikeroyok-usai-diteriaki-maling-D4DewF3z7h.jpeg Kombes Endra Zulpan. (Foto: Dok MPI)

JAKARTA - Polisi mengungkapkan kronologi lengkap peristiwa pengeroyokan massal terhadap seorang kakek berusia 89 tahun hingga tewas di Cakung, Jakarta Timur. Korban yang diketahui bernama Wiyanto Halim (HM) dipukul menggunakan benda tumpul yang mengakibatkan kematian korban di tempat. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan runtutan peristiwa berdasarkan penyidikan intensif. Zulpan berujar bahwa pengeroyokan ini diawali oleh korban yang diduga menyerempet pemotor di di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur. 

"(Kejadian) ini bermula adanya serempetan di Jalan Cipinang Muara Pulogadung, antara seorang pengemudi kendaraan bermotor yang kemudian merasa dirugikan akibat adanya serempetan itu," kata Zulpan saat konferensi pers pada Selasa (25/1/2022). 

Tersinggung karena diserempet oleh korban, pemotor tersebut mencoba memberhentikan si kakek. Namun, kakek Wiyanto tetap melanjutkan perjalanannya.

"Kemudian karena melihat mobil korban tidak menghentikan, kemduian melakukan pengejaran dan melakukan teriakan yang bersifat provokasi dengan kata-kata maling. Sehingga ini diartikan oleh orang di sekitar bahwa mobil yang melaju adalah mobil curian," jelasnya. 

Baca juga:  Kakek yang Tewas Dikeroyok karena Dituduh Maling Sedang Berjuang Urus Sengketa Tanah

Zulpan menyampaikan bahwa karena teriakan maling itulah yang memprovokasi warga sekitaran Cakung untuk terlibat. Sejumlah pengendara roda dua lainnya berbondong-bondong mengejar hingga berhenti sekitar pukul 02.00 WIB. 

"Inilah yang mengakibatkan banyaknya kendaraan bermotor lain yang bersimpati pada teriakan salah satu pelaku ini sehingga secara beramai-ramai mengikuti mengejar mobil korban. Sampai berakhir di TKP akhir yaitu di Jalan Pulo Kambing, Cakung Jakarta Timur dengan melakukan tindak pidana pengeroyokan," tambahnya. 

Diketahui, keluarga korban didampingi kuasa hukum menjelaskan keterangan latar belakang kepergian korban dalam konferensi pers di Rumah Duka Grand Heaven, Jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). 

Menurut keterangan keluarga, Almarhum Wiyanto Halim meninggalkan rumah tanpa izin. Anak mendiang Wiyanto Halim, Bryana mengkonfirmasi kepergian ayahnya dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

“Enggak (izin keluar rumah), karena biasanya papa cuma pergi sebentar ke satu tempat pulang, atau enggak, biasanya pergi beli apa pulang. Enggak sampai yang begini malam," katanya.

Sedangkan menurut Kuasa hukum korban pengeroyokan, Freddy Yoanes Patty membeberkan kekejaman pengeroyokan tidak sampai pemukulan semata. 

"Tidak selesai sampai pembunuhan. Sekali pun HM sudah meninggal dunia, jenazahnya masih diteriaki dan dipaksa makan kerupuk oleh para pembunuh tersebut. Sungguh perbuatan biadab orang yang sudah nyata meninggal dunia masih diperlakukan seperti itu," ujar Freddy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini