Share

Polri Ralat Korban Tewas Akibat Bentrok Sorong 18 Orang

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 337 2537468 polri-ralat-korban-tewas-akibat-bentrok-sorong-18-orang-7QA1J9Zbcw.jpg Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Foto : MNC Portal Indonesia/Indra Purnomo)

JAKARTA - Polda Papua Barat memutakhirkan jumlah korban tewas dari bentrokan di tempat karaoke Double O di Jalan Sungai Maruni Kota Sorong, Papua Barat.

Sebelumnya diinformasikan korban tewas sebanyak 19 orang. Kini setelah diperbaharui data, polisi menyatakan korban meninggal dunia akibat bentrokan tersebut saat ini sebanyak 18 orang.

"Update terakhir (18 orang meninggal dunia)," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Adapun 18 korban meninggal dunia itu, satu di antaranya akibat korban bentrokan. Sementara 17 lainnya tewas terbakar di tempat hiburan tersebut.

"17 yang terbakar dan 1 meninggal akibat penganiayaan," ujar Dedi.

Perubahan jumlah korban tersebut lantaran dari perkembangan awal sampai dengan saat ini masih terus dipastikan dengan melakukan pendalaman.

Disisi lain, Polda Papua Barat jajaran saat ini melakukan pencarian terhadap pelaku dan aktor intelektual dari bentrokan di tempat karaoke Double O di Jalan Sungai Maruni Kota Sorong.

Baca Juga : Bentrokan di Sorong, 19 Orang Tewas dan 18 Diantaranya Terbakar

"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku dari dua kelompok tersebut," ucap Dedi.

Kemudian, polisi juga merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan di Kota Sorong, Papua Barat.

"Polda jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah tidak ada aksi balasan atau aksi lainnya," tutur Dedi.

Tak hanya itu, Dedi menyebut, Polda Papua Barat jajaran telah melakukan pertemuan kepada perwakilan kedua kelompok yang bertikai. Tujuannya untuk mencegah serta tidak melakukan aksi apapun di ketentuan aturan hukum yang berlaku.

"Polsek Sorong Timur telah melakukan pertemuan antara kelompok," ujar Dedi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini