Share

Susi Pudjiastuti Kecam Dugaan Perbudakan yang Dilakukan Mantan Bupati Langkat

Tim Okezone, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 337 2537436 susi-pudjiastuti-kecam-dugaan-perbudakan-yang-dilakukan-mantan-bupati-langkat-r41MxnVBft.jpg Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)

JAKARTAMantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengecam perbudakan modern yang dilakukan Bupati Langkat, Sumatera Utara (Sumut) Terbit Rencana Parangin Angin.

Hal ini terlihat dalam cuitannya di Twitter. Mantan menteri yang terkenal dengan jargon ‘tenggelamkan’ itu terlihat sangat marah dan mengutuk keras aksi perbudakan yang dilakukan Terbit tersebut.

Menurut dia, penemuan kerangkeng besi yang berisi puluhan manusia di kediaman Bupati Langkat tidak dapat ditolerir.

“Perbudakan modern adalah hal yang tidak bisa lagi kita tolerir. Saya khawatir ini bukan satu-satunya tempat seperti ini. Keji& tidak berperikemanusiaan,” cuitnya.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Kritik soal Karantina, Ini Jawaban Menohok Luhut

Susi menegaskan tindakan yang dilakukan Bupati Langkat itu adalah hal yang tidak berperikemanusiaan. Melalui cuitannya, Susi juga menduga jika penjara berbentuk kerangkeng besi itu digunakan untuk memerbudak puluhan pekerja sawit.

Cuitan ini langsung mendapat berbagai respon dari warganet.

Baca juga: Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Sudah Ada Sejak 2012 dan Diisi 27 Pekerja Sawit

“Masih diduga. Ada yg bilang itu sebenernya tempat rehabilitasi pengguna narkoba,” cuit @anto_mnf.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Lama-lama seperti negeri Wano,” cuit @denndw.

“Wah gila sih ini manusia!,” tulis @fajarnugros.

Tetapi keterangan polri @DivHumas_Polri berbeda dengan aktivis HAM.. polri bukannya menyelidiki ijin dan standart rehabilitasi, malah berkesan membela tersangka terkait perbudakan tersebut. Sangat disayangkan lembaga polri kita,” ungkap @Bravo_munte.

Seperti diketahui, Komisi Nasional HAM Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima perwakilan Migrant Care yang melaporkan Bupati Langkat atas dugaan perbudakan modern. Dugaan perbudakan dilakukan Terbit terhadap para pekerja sawit di rumahnya.

Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah menuturkan, dugaan tersebut merupakan hasil laporan yang diterima dari masyarakat. Terbit sendiri saat ini tengah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada 18 Januari 2022.

Anis menuturkan terdapat sekitar 40 orang pekerja kelapa sawit yang diduga menjadi korban perbudakan modern. Puluhan orang itu terkurung di dalam kerangkeng yang ada di dalam rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini