Share

Istana: PTM 100% Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 337 2537260 istana-ptm-100-tetap-berjalan-dengan-pengawasan-ketat-2DH492p1uF.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA – Pemerintah memastikan tetap melanjutkan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, dengan pengawasan ketat dan memprioritaskan kesehatan anak. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Abetnego Tarigan menyampaikan ini di gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (25/1/2022).

“Tentu kesehatan peserta didik menjadi prioritas, dan KSP akan mendorong satuan unit pendidikan melalui kementerian/lembaga terkait untuk melakukan pemeriksaan surveilans terhadap warga sekolah secara acak dan rutin. Ini butuh kerja sama antara sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujarnya.

Baca juga:  Pemkot Tangerang Kaji Pembelajaran Online 100 Persen

Abetnego mengatakan, mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, pelaksanaan PTM dengan kapasitas 100 persen menyesuaikan level PPKM di setiap daerah. Artinya, kata dia, semakin tinggi risiko COVID19 maka semakin tinggi level PPKM, dan kebijakan PTM pun semakin mengarah ke online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Dalam SKB 4 Menteri itu, jika suatu daerah dinyatakan level 3 maka satuan pendidikan boleh melaksanakan PTM terbatas atau online. Nah selama belum ada level 3, PTM 100 persen tetap jalan tentunya dengan prokes ketat ya,” sambungnya.

Baca juga:  Covid-19 Semakin Melonjak, PTM di 22 Sekolah di Jaksel Dihentikan Sementara

Dalam kesempatan itu, Abetnego juga minta kepada orang tua atau wali murid untuk tidak panik secara berlebihan, terutama saat kasus COVID19 varian Omicron tinggi seperti saat ini.

“Memang orang tua harus waspada tapi jangan panik berlebih, karena yang namanya pendidikan juga penting. Bagaimanapun juga kualitas belajar secara tatap muka jauh lebih baik ketimbang online,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini