Share

Debt Collector Tewas Dihabisi Massa, Ini Kata Keluarga Terdakwa

Nandha Aprilia, MNC Media · Selasa 25 Januari 2022 04:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 337 2537199 debt-collector-tewas-dihabisi-massa-ini-kata-keluarga-terdakwa-TG7gOQA8Ic.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

TANGERANG - Seorang debt collector yang hendak menagih hutang tewas dihajar massa. Korban tewas setelah dikeroyok oleh 5 orang yang kini sudah divonis 4 tahun penjara.

Diketahui sebelumnya, awal mula kejadian ini terjadi pada 8 April 2021 silam di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Menurut DR, salah seorang anggota keluarga dari terdakwa, menyebut pengeroyokan ini terjadi akibat tingkah arogansi W dan H yang merupakan penagih hutang.

"Mereka awalnya datang ke rumah bapak EA keluarga kami. Mereka bilang mau menagih utang, tapi semua orang di rumah tersebut diancam, padahal sudah bilang pak EA nya enggak ada," ujarnya, Senin (24/1/2022).

Kata DR, bukan hanya melakukan pengancaman, kedua orang tersebut juga melakukan pengrusakan.

"Mereka juga ngancem. Terus mereka pergi ke gudang bapak (EA)," ujarnya.

Tidak sampai disitu, kedua orang penagih hutang tersebut juga melakukan teror yang sama di gudang milik EA, bahkan hingga menimbulkan keributan.

"Digudang itu baru keributan terjadi. Rupanya salah satu dari penagih hutang itu membawa pisau, dan mungkin karena ramai dan mau membela diri makanya terjadi pengeroyokan," tuturnya.

Baca Juga : Lansia Dianiaya Massa hingga Tewas, Keluarga Minta Usut Tuntas

Lantas dari aksi ini, W pun tewas karena alami luka serius dari aksi pengeroyokan tersebut.

"Kami juga yang bawa korban ke rumah sakit. Tetapi memang sudah tidak tertolong," tukasnya.

Hingga akhirnya, kedapati 5 tersangka dari kejadian tersebut yang merupakan pihak peminjam hutang yakni EA, EB, MS, A dan SNM.

Kasus ini pun kini sudah tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang dengan agenda pembacaan putusan, Ketua Majelis Hakim PN Tangerang Fathul Mujib, Hakim Anggota Arief Budi Cahyono, Anggota Dua Komarudin Simanjuntak.

Kelima orang tersebut, kini terbukti melakukan tindak pidana secara terang-terangan menyebabkan seseorang meninggal dunia.

"Menyatakan kelima orang tersebut telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana secara terang terangan yang telah menyebabkan meninggal dunia. Terdakwa divonis 4 tahun penjara dan dietapkan untuk berada di ruang tahanan," ujar ketua majelis Hakim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini