Share

Hoegeng Ungkap Cara Berantas Korupsi di Indonesia: Harus Dimulai dari Atas ke Bawah

Fay Cilla, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 337 2537149 hoegeng-ungkap-cara-berantas-korupsi-di-indonesia-harus-dimulai-dari-atas-ke-bawah-Etl4fK3Ooy.jpg Jenderal Hoegeng Iman Santoso (Foto: Arsip Nasional)

JAKARTA - Hoegeng Iman Santoso atau Hoegeng begitulah nama panggilannya, ia merupakan salah satu Kapolri yang menjabat pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Ia merupakan Kapolri ke-5 pada masa jabat 9 Mei 1968- 2 Oktober 1971.

Hoegeng merupakan sosok teladan bagi Kepolisian Indonesia karena sifatnya yang jujur, disiplin dan sederhana. Ia selalu menerapkan sifatnya pada kehidupannya sehari-hari, tak hanya dirinya begitu pula pada keluarganya.

Pada saat menjadi Kapolri, Hoegeng menolak fasilitas-fasilitas yang berkaitan dengan jabatannya. Ia menilai fasilitas tersebut terlalu berlebihan meskipun hal itu dimungkinkan secara aturan seperti pemberian kavling tanah, rumah, dan mobil dinas. Bahkan hingga pengawalan sehari-hari hingga penjagaan dirumahnya ia tolak. Ia berkata jika ingin menghilangkan korupsi harus dari tingkat atas lalu tingkat bawah, dikutip dalam buku Hoegeng Polisi dan Mentri,

โ€œKalau ingin menghilangkan korupsi dinegara ini, sebenarnya gampang. Ibaratnya, kalau kita harus mandi dan membersihkan badan, itu semuanya harus dimulai dari atas kebawah. Harus dimulai dengan cara membersihkan korupsi ditingkat atas atau pejabatnya lebih dahulu, lalu keturun badan atau level pejabat eselonnya, dan akhirnya kekaki hingga telapak atau kepegawai dibawah.โ€ Ucap Hoegeng.

Mungkin sudah tak asing jika mendengar sikap Hoegeng yang selalu menolak pemberian orang lain karena jabatan yang ia jabat saat itu. Seperti saat menjadi Kapolri yang selalu memiliki jadwal untuk kunjungan ke daerah-daerah dan bertemu dengan Kapolda, ia tidak ingin menerima bingkisan apapun saat ia selesai rapat dan hendak pulang.

Pada saat itu jika Hoegeng hendak berkunjung kedaerah-daerah ia selalu menggunakan pesawat milik Kepolisian sendiri walaupun kondisinya kurang baik, hal tersebut ia lakukan karena Hoegeng tak ingin menggunakan pesawat komersial dan memboroskan anggaran Kepolisian. Lalu pada saat pulang dari daerah yang ia kunjungi para Kapolda selalu memberikan bingkisan berupa makanan atau buah-buahan dan bingkisan tersebut sudah diletakkan dipesawat saat Hoegeng hendak pulang.

Namun Hoegeng tetaplah Hoegeng, saat ia melihat bingkisan tersebut dipesawatnya, ia turun lagi dan meminta bingkisan tersebut diturunkan. Ia tidak ingin terbang jika masih terdapat bingkisan tersebut dipesawat.

Sumber : Buku Hoegeng Polisi Dan Mentri

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini