Share

3 Fakta Jabodetabek Masih Berstatus PPKM Level 2, Apa Mungkin Naik Tingkat?

Tim Okezone, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 337 2537095 3-fakta-jabodetabek-masih-berstatus-ppkm-level-2-apa-mungkin-naik-tingkat-duuznp2Z3m.jpg Luhut Pandjaitan (tangkapan layar)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan update penanganan kasus virus corona (Covid-19) pada Senin (24/1/2022). Luhut menyebut kasus Covid-19 meningkat dalam sepekan belakangan.

Dalam konpers secara virtual tersebut, ia mengatakan peningkatan juga terjadi di wilayah Jabodetabek. Ia pun menyinggung soal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jabodetabek yang kini berstatus level 2. Berikut 3 fakta soal PPKM level 2 di Jabodetabek, sebagaimana dirangkum pada Selasa (25/1/2022).

Kasus Covid-19 Melonjak, Didominasi dari Jabodetabek

Luhut mengatakan kasus harian Covid-19 terus meningkat dalam sepekan terakhir. Sebagian besar kasus disumbangkan wilayah aglomerasi Jabodetabek.

"Berdasarkan data yang kami himpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik. Kenaikan di Jawa Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek," ujarnya saat jumpa pers, Senin (24/1/2022).

Jabodetabek PPKM Level 2

 

Luhut memastikan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) masih berstatus PPKM Level 2.

Baca Juga : Banyak Pihak Minta PTM Dievaluasi, Wagub DKI: Kami Laksanakan Sesuai Aturan

"Secara aglomerasi, Jabodetabek saat ini masih pada level 2. Rincian terkait level PPKM dapat dilihat pada Inmendagri yang akan terbit hari ini," katanya.

Meski begitu, ia mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah kabupaten/kota yang masuk ke level 1.

Status PPKM Jabodetabek Dapat Berubah

Meski wilayah Jabodetabek saat ini menerapkan PPKM level 2, Luhut tak menutup kemungkinan adanya perubahan. Perubahan tersebut bisa saja terjadi, mengingat situasi "perang pandemi Covid-19" di Ibu Kota saat ini.

"Teater perang pandemi yang terjadi di DKI Jakarta menyebabkan asesmen situasi Provinsi tersebut bisa mungkin berubah. Pemerintah secara konsisten memperlakukan DKI sebagai satu kesatuan wilayah Aglomerasi Jabodetabek," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini