Share

Tok! Pemerintah dan KPU Sepakat Pemilu 2024 Digelar 14 Februari

Felldy Utama, iNews · Senin 24 Januari 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 337 2536963 tok-pemerintah-dan-kpu-sepakat-pemilu-2024-digelar-14-februari-TlhkGGezIA.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan titik kesepakatan terkait jadwal pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024. Kedua belah pihak sama-sama menyepakati Pemilu digelar pada tanggal 14 Februari.

 (Baca juga: Komisi II DPR, KPU, Bawaslu, Mendagri Raker Bahas Jadwal Pemilu 2024)

Titik kesepakatan itu terlihat dalam paparan masing-masing pihak dalam rapat bersama Komisi II DPR, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/1/2022).

 (Baca juga: Pemilu 2024, Dua Tokoh Ini Disebut Favorit Pemilih Akar Rumput)

"Maka dalam draft rancangan PKPU, hari pemungutan suara direncanakan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari tahun 2024. Jadi 14 Februari ini tetap hari Rabu, Rabu menjadi hari penyelenggaraan pemilu dari tahun ke tahun dari setiap pemilu," kata Ketua KPU RI, Ilham Saputra dalam paparannya.

Ilham juga menyampaikan bahwa tanggal tersebut juga pernah diusulkan dalam rapat konsinyering pertama antara KPU, pemerintah dan DPR RI.

"Pelaksanaan pemilu tahun 2024 pada bulan Februari memiliki tingkat risiko yang lebih rendah apabila dilaksanakan serentak dengan pemilihan (kepala daerah) tahun 2024," ujarnya.

Sementara itu, dari pihak pemerintah yang diwakilkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga sepakat dengan usulan pada konsinyering pertama tersebut.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Untuk tanggal, kami kira dari pemerintah sepakat 14 Februari," tutur Tito dalam paparannya.

Tito mengatakan pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari bisa memberikan ruang atau jeda waktu cukup menuju Pilkada serentak pada November di tahun yang sama.

"Sehingga masih ada space waktu antara Februari dengan bulan November karena itu memberi ruang yang cukup bila terjadi putaran kedua misalnya," kata mantan Kapolri ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini